Informasi Mengenai Produk Tembakau Alternatif Masih Minim di Indonesia

Rabu, 18 September 2019 14:04 Reporter : Merdeka
Informasi Mengenai Produk Tembakau Alternatif Masih Minim di Indonesia Ilustrasi rokok elektrik. ©Shutterstock/ppi09

Merdeka.com - Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (Kabar), Ariyo Bimmo menyebut bahwa informasi mengenai produk tembakau alternatif masih minim sehingga menimbulkan opini yang beragam tentang produk tersebut.

"Untuk saat ini, konsumen belum mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai produk tembakau alternatif. Kondisi ini menciptakan opini beragam bagi produk tersebut," kata Ariyo seperti di

Menurut Ariyo, publik belum sepenuhnya mengetahui manfaat dari produk tembakau alternatif. Padahal, di sejumlah negara maju, produk yang merupakan hasil pengembangan inovasi dan teknologi dari industri rokok ini digunakan untuk menekan angka perokok. Strategi ini diambil setelah negara-negara tersebut melakukan kajian ilmiah.

"Inggris, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, sudah menerapkan produk tembakau alternatif untuk menurunkan angka perokok dan memperkuatnya dengan regulasi," jelasnya.

Sebelumnya, Tikki Pangestu, mantan Director Research Policy dan Cooperation Department World Health Organization dan Visiting Professor Lee Kuan Yew School of Public Policy National University Singapore, mengatakan bahwa setiap manusia memiliki hak terhadap standar kesehatan yang tinggi, termasuk memilih produk dengan risiko lebih rendah.

"Kebijakan pengurangan bahaya tembakau adalah suatu tanggung jawab etika dan moral," kata Tikki.

Meskipun bukti ilmiah belum tuntas dan lengkap, namun berbagai riset dan kajian yang ada saat ini sudah cukup untuk membimbing dan membantu perkembangan kebijakan yang sesuai.

"Besarnya bahaya merokok untuk kesehatan memerlukan kebijakan yang berani dan tegas mengenai produk tembakau alternatif yang dapat dipertanggungjawabkan meskipun informasi dan datanya belum lengkap dan sempurna," tutup Tikki. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Rokok Elektrik
  2. Industri Rokok
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini