Inflasi dan Suku Bunga Tinggi Masih Hantui Ekonomi Global di 2023

Senin, 5 Desember 2022 16:21 Reporter : Merdeka
Inflasi dan Suku Bunga Tinggi Masih Hantui Ekonomi Global di 2023 pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2023 masih akan dipengaruhi tekanan inflasi yang masih tinggi, dan kebijakan suku bunga tinggi diperkirakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Untuk melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan semua dilihat dari prospek inflasi di negara maju. Sehingga Pemerintah Indonesia bisa melihat respon kebijakan mereka, dan bagaimana dampak inflasi, suku bunga kepada pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan secara global.

"Kalau kita melihat dari perkembangannya, diperkirakan inflasi yang sebagian besar yang didorong oleh kelangkaan pasokan pangan dan energi, akan mencapai di tahun 2022 ini sebesar 9,2 persen (inflasi) secara global dan itu akan menurun di tahun 2023 ke angka 5,2 persen," kata Dody Budi Waluyo dalam acara Bank BTPN Economic Outlook 2023, Senin (5/12).

Bank Indonesia memperkirakan inflasi global tembus 9,2 persen sepanjang tahun ini. Namun, menjelang awal tahun 2023 diproyeksikan akan turun ke kisaran 5,2 persen. Lantaran, sebagian inflasi negara maju yang tinggi sudah mulai mengalami penurunan. Namun, untuk suku bunga globalnya masih diprediksi akan tetap berlanjut dan tinggi.

Adapun suku bunga global yang diprediksi masih berlanjut tinggi, karena kebijakan ini ditempuh berbagai bank sentral di seluruh dunia guna memastikan inflasi kembali turun ke dalam tren jangka panjangnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia memperkirakan The FED masih akan terus menaikkan suku bunga dengan terminal rate di sekitar 4,75 persen hingga 5 persen pada kuartal I-2023. "Dalam bacaan kami FED sendiri terminal ratenya masih di sekitaran 4,75 persen – 5 persen pada triwulan I-2023 sebelum nanti bergerak landai. Kita tahu inflasi di berbagai negara sudah mulai pada tahapan menurun," ujarnya.

Menurutnya, dengan dua poin tersebut yakni inflasi dan suku bunga yang berlanjut tinggi, tentu akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan ekonomi. "Inflasi yang masih relatif tinggi dan suku bunga higher for longer, potensinya kepada pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Kontribusi Besar ke Ekonomi, Penerapan Industri 4.0 Makanan & Minuman Dipercepat
Berkaca Pada Pandemi, Indonesia Dinilai Mampu Hadapi Ancaman Resesi
Jokowi Kaget, Ternyata Banyak Negara Bergantung Pada Indonesia
Di Istana Negara, Menko Airlangga Sentil Pengusaha yang Tak Nurut Pemerintah
Pemda Diminta Wujudkan Data Mumpuni Dorong Daya Saing Ekonomi Daerah
Sri Mulyani Minta Milenial Tak Terlena Janji Manis Indonesia Maju 2045

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini