Industri Semen Harap Mendapat Alokasi Batubara DMO

Rabu, 22 Mei 2019 11:54 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Industri Semen Harap Mendapat Alokasi Batubara DMO bongkar muat semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Direktur Utama PT Indocement, Christian Kartawijaya, mengharapkan agar industri semen mendapatkan bagian dari kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) Batubara. Sebab, saat ini batubara kalori rendah tengah naik harganya.

"Harga batubara lagi turun, tapi memang kita pakai low coal, lagi banyak saingan karena China lagi ban Australia coal. Kita punya coal cenderung naik," kata dia saat ditemui di Wisma Indocement, Jakarta, Selasa (21/5).

Pihaknya mencatat, pasca China menahan impor batubara dari Australia, terjadi kenaikan harga batubara kalori rendah Indonesia. Harga batubara kalori rendah yang sebesar USD 30 per ton di awal Januari naik menjadi USD 38 per ton di akhir Maret.

"Kita harapkan sebagai pemain semen, DMO, domestic market obligation, kita berharap pabrikan semen mendapat itu, domestic market obligation," ujarnya.

Sejauh ini, hanya PT PLN (Persero) saja yang mendapatkan pasokan batubara DMO. Pihaknya berharap bisa mendapat bagian dari DMO, sebab, industri semen merupakan konsumen batubara nomor dua setelah PLN.

"Karena kita juga salah satu yang konsumsi batubara yang cukup besar. Jadi yang paling besar kan PLN, yang kedua ya industri semen," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini