Industri Properti Bangkit Usai Diguyur Insentif, Pendapatan LPKR Diproyeksi Meningkat

Rabu, 28 April 2021 14:50 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Industri Properti Bangkit Usai Diguyur Insentif, Pendapatan LPKR Diproyeksi Meningkat IHSG ditutup menguat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah menerbitkan serangkaian insentif untuk mendorong industri properti bertumbuh. Langkah pemerintah tersebut terbukti mampu menggairahkan pasar properti di Tanah Air. Sejumlah emiten properti tercatat mampu mendongkrak kinerjanya meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

Salah satunya PT Lippo Karawaci, Tbk. (LPKR). LPKR yakin bahwa fundamental permintaan masyarakat yang ingin membeli rumah perdana sangat baik. Hasil dari penjualan tahun lalu dan juga awal tahun ini, LPKR melihat, demand terbesar adalah untuk rumah tapak. Bahkan saat peluncuran proyek baru, berhasil ludes terjual dalam hitungan jam.

"Di tahun ini kami memproyeksikan pertumbuhan kami 30 persen dibandingkan tahun 2020," tegas CEO LPKR John Riady, Rabu (28/4).

Insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah hingga Agustus nanti dipastikan akan memberikan dampak positif bagi kinerja LPKR. Menurut Analis Jada Utama Kapital Sekuritas Chris Aprilliony, properti di koridor barat ibukota memiliki tren peningkatan penjualan.

Hal ini lantaran segmen menengah yang terus bertumbuh dengan adanya pasokan produk baru. Karenanya, LPKR diyakini memiliki kinerja yang prospektif. "Untuk jangka menengah dan jangka panjang sahamnya memang prospektif," ujarnya.

Dengan suksesnya pengembangan beberapa proyek baru membuat pendapatan LPKR semakin tebal. Chris meyakini pada tahun ini industri properti akan semakin bergairah di semester kedua yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan emiten-emiten properti. "Seperti LPKR, di kawasan barat (ibukota)," paparnya.

Senada dengan Chris, CEO Property Excelent & Advisory F. Rach Suherman menilai, emiten properti di koridor barat ibukota seperti LPKR memiliki keunggulan dari sisi segmentasi. Dia mengatakan, selama ini ceruk pasar dengan permintaan tinggi berada di segmen Rp500 juta hingga Rp2 miliar.

Namun, pengembang yang memasok hunian segmen tersebut terbatas. Kehadiran beberapa proyek LPKR di segmen ini menjadi keunggulan perseroan. "Segmen di atas Rp500 juta yang cukup besar. Di koridor barat pasokan (hunian) yang dilakukan LPKR memenuhi ceruk pasar yang ada," katanya.

Suherman menilai, pada semester kedua industri properti nasional akan semakin bertumbuh karena masyarakat sudah memiliki daya beli dengan dukungan insentif dari pemerintah berupa PPN. Dia pun memperkirakan permintaan produk-produk properti di koridor barat ibukota akan melesat lebih cepat dibandingkan koridor timur ibukota.

2 dari 2 halaman

Kinerja LPKR

industri properti bangkit usai diguyur insentif, pendapatan lpkr diproyeksi meningkat

Pada kuartal I/2021, LPKR berhasil membukukan marketing sales Rp1,31 triliun, melesat 86 persen year-on-year (yoy) dibandingkan Rp703 miliar pada kuartal I/2020. Penjualan pada kuartal I/2021 didorong oleh klaster rumah tapak segmen kelas menengah yang mewakili 63 persen dari total penjualan.

Lebih dari 50,6 persen marketing sales di kuartal I/2021 dicapai LPKR dengan keberhasilan peluncuran proyek perumahan tapak Cendana Icon di Lippo Village, yang merupakan penjualan tertinggi LPKR dalam 1 hari selama lebih dari 20 tahun.

Menurut John, permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, dimana pembelinya sekitar 80% merupakan pasar perdana. Sekitar 60% pembeli tersebut menggunakan KPR. “Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” tuturnya.

LPKR, lanjut John, akan melakukan launching banyak proyek baru yang dimulai di bulan April 2021. "Jadi kita akan terus tumbuh dan kita juga melihat bahwa memang permintaannya besar, di Meikarta pun pun penjualan juga naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

[bim]

Baca juga:
Meski Dilanda Pandemi Covid-19, Harga Rumah Tetap Naik 5,24 Persen
BTN Hadirkan Layanan KPR Karyawan Kontrak, ini Syaratnya
Ada Insentif, Kinerja Emiten Properti Sepanjang 2021 Diprediksi Positif
Erick Thohir Sebut Apartemen Untuk Milenial Segera Terwujud
Konsultan: Sektor Rumah Tapak Masih Bertahan di 2021
Gabung Haya Online Ramadan 2021, Bisa Ngabuburit Bareng Sembari Dapatkan Rumah Idaman
Kuartal I 2021, Penjualan Lippo Karawaci Tumbuh 86 Persen Menjadi Rp 1,31 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini