Industri Penerbangan Terdampak Covid-19, Ini Respons Sri Mulyani

Rabu, 1 April 2020 14:34 Reporter : Dwi Aditya Putra
Industri Penerbangan Terdampak Covid-19, Ini Respons Sri Mulyani Sri Mulyani. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Maskapai penerbangan Tanah Air harus merasakan pil pahit pandemi virus corona atau Covid-19. Beberapa maskapai penerbangan nasional bahkan sudah merumahkan pilot dan karyawannya karena pendapatan mereka menurun drastis.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejauh ini pemerintah sedang melakukan identifikasi apakah industri penerbangan terdampak setelah adanya virus corona atau justru sebelumnya. Sebab, pemerintah saat ini tidak hanya fokus dalam satu sektor saja.

"Kalau dari sananya sudah sakit ya sudahlah. Jangan sampai bebani fokus kita untuk selamatkan ekonomi," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu (1/4).

Sebelumnya, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiratmadja mengatakan, beberapa maskapai telah memilih opsi menutup operasi dan melakukan PHK terhadap karyawannya karena pandemi corona untuk mengurangi kerugian.

"Ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang menyebarluas ke seluruh Indonesia. Sejak awal Maret terjadi penurunan penumpang yang sangat drastis," kata Denon, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (26/3).

1 dari 1 halaman

Kurangi Penerbangan

rev2

Tercatat, maskapai penerbangan juga sudah mengurangi frekuensi penerbangan mereka hingga 50 persen. Denon melanjutkan, apabila penuntasan pandemi Covid-19 semakin tidak pasti, hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut.

Untuk mencegah hal itu terjadi, INACA tengah mengajukan keringanan dan insentif industri penerbangan kepada pemerintah. INACA berharap pemerintah bisa memberi keringanan berupa penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat. [idr]

Baca juga:
Data BPS: Penumpang Pesawat Turun 8 Persen Sepanjang Februari 2020
NAM Air Buka Empat Rute Baru dari Solo, Terbang Perdana Hari Ini
Imbas Virus Corona, 53 Pesawat Batal Terbang dari Bandara Internasional Yogyakarta
Bandara Internasional Yogyakarta Akan Beroperasi Penuh Besok Pagi
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020
Maskapai Emirates Setop Penerbangan di Seluruh Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini