Industri Pariwisata Tolak Berbagi Beban Turunkan Tarif Tiket Pesawat

Selasa, 23 Juli 2019 16:07 Reporter : Dwi Aditya Putra
Industri Pariwisata Tolak Berbagi Beban Turunkan Tarif Tiket Pesawat Tiket pesawat. ©theprahasto.files.wordpress.com

Merdeka.com - Pemerintah tengah mencari cara untuk menyediakan tiket pesawat murah setiap hari untuk masyarakat. Selain menyediakan tiket murah di hari dan jam tertentu, pemerintah juga meminta agar Kementerian Pariwisata yang berkaitan dengan industri pariwisata untuk sama-sama menanggung beban penurunan harga tiket pesawat.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, menolak keterlibatan industri pariwisata sebagai langkah dalam menurunkan tarif tiket pesawat. Sebab, sejak harga tiket pesawat melambung industri pariwisata sudah tertekan.

Akibatnya, tingkat keterisian (okupansi) hotel diberbagai daerah mengalami dampak penurunan yang signifikan. Mau tidak mau, kata dia, pelaku usaha perhotelan harus menurunkan harga sewa kamar untuk menarik pelanggan.

"Tanpa diminta, kami sudah turunkan harga. Di lapangan sudah terjadi sejak lama. Itu kita lakukan untuk tingkatkan okupansi," ujar Hariyadi di Jakarta, Selasa (23/7).

Hariyadi menakankan daripada membebani sektor lain yang sudah menderita, pemerintah harus bertindak serius membenahi industri penerbangan yang dianggap sudah sangat tidak sehat.

Dia menilai, persoalan utama yang seharusnya menjadi fokus pemerintah adalah menyudahi praktik kartel harga oleh dua perusahaan besar di sektor penerbangan.

"Kalau melihat kondisi sekarang, kita khawatir ke depan akan lebih buruk. Tidak ada persaingan di industri penerbangan kita. Sebanyak 97 persen penerbangan dikuasai Garuda dan Lion beserta anak usaha mereka. Ini yang membuat harga menjadi tinggi," tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah tengah mencari cara untuk menyediakan tiket pesawat murah setiap hari untuk masyarakat. Saat ini, kebijakan yang ada hanya menyediakan tiket murah di hari dan jam tertentu saja.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono, menyebutkan kebijakan saat ini yang hanya menyediakan tiket pesawat murah pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada jam 10.00 - 14.00 waktu setempat belum ampuh menjadi solusi mahalnya tiket pesawat. "Kurang nendang buat masyarakat," katanya. [did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini