Industri keramik hadapi tantangan berat tahun ini

Rabu, 31 Oktober 2018 13:01 Reporter : Merdeka
Industri keramik hadapi tantangan berat tahun ini Ubin langka. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri keramik lantai atau ubin keramik dalam negeri kini tengah menghadapi tantangan berat. Hal itu disebabkan berbagai faktor, salah satunya pertumbuhan ekonomi negara yang hanya mengalami sedikit kenaikan.

Direktur Utama PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk Johan Silitonga mengatakan, perekonomian Indonesia yang digerakkan oleh pemerintah turut berimbas pada geliat industri keramik.

"Sangat-sangat challenging ya, karena kita lihat dari pemerintah pertumbuhan ekonomi sedikit lebih rendah dan juga (sektor industri) properti belum bergerak," ujarnya di Jakarta, Rabu (31/10).

Johan melanjutkan, hal ini turut menyebabkan rivalitas para pelaku industri keramik dalam negeri menjadi semakin berat. "(Kompetisi?) Juga sangat-sangat tough," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Mardjoko mengatakan, perang dagang China dan Amerika Serikat memberikan pengaruh terhadap tren barang dari Negeri Tiongkok seperti ubin keramik yang masuk ke Tanah Air.

Mardjoko menyebutkan, berlakunya Kawasan Perdagangan Bebas China-Asean (China-Asean Free Trade Area/CAFTA) turut meningkatkan impor ubin keramik asal Negeri Tirai Bambu rata-rata sebesar 20 persen per tahun.

"Dengan kondisi ini tentu industri dalam negeri menjerit," tegas dia.

Di sisi lain, kebutuhan industri dalam negeri sudah bisa terpenuhi, lantaran kapasitas produksi jauh lebih besar daripada kebutuhannya.

"Triwulan pertama 2018 setelah berlakunya CAFTA dimana bea masuk 0 persen meningkat 52 persen. Sementara ini BMTP (Bea Masuk Tindakan Pengamanan) sudah berlaku per Oktober kita harapkan sudah membendung itu," urainya.

Lebih lanjut, Johan Silitonga berharap, kondisi perindustrian keramik ini nantinya mampu beralih membaik pasca berlangsungnya proses Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden RI 2019 mendatang.

"Semoga sehabis Pemilu lah, tahun 2020 kami harapkan baik untuk properti, dan efek dominonya juga dirasakan industri keramik," paparnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini