Indosterling Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal, Ini Rinciannya

Kamis, 29 Agustus 2019 15:26 Reporter : Idris Rusadi Putra
Indosterling Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal, Ini Rinciannya IndoSterling Aset Manajemen. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu perusahaan pengelola investasi di Indonesia, IndoSterling Aset Manajemen (IAM) meluncurkan Philanthropy Management, yakni konsep yang menggabungkan produk investasi dengan kesempatan untuk mendonasikan dana bagi misi sosial atau tujuan kemanusiaan.

Inovasi IndoSterling Aset Manajemen ini diberi nama #InvestasiSambilBeramal. Terdapat 3 pilihan paket investasi yang dapat dipilih para investor. Pertama, Investasi Berbagi Luhur, yakni 50 persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi untuk yayasan benefisiari yang dipilih.

Kemudian yang kedua yakni, Investasi Berbagi Tulus. Di mana hasil investasi anda didonasikan ke yayasan benefisiari yang dipilih konsumen. Sementara yang ketiga, yaitu Investasi Berbagi Mulia, atau dana donasi investor seutuhnya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoSterling Aset Manajemen, William Henley mengatakan, hasil dan keseluruhan dana investasi tersebut beserta tambahan 50 persen dari management fee IndoSterling Aset Manajemen didonasikan untuk yayasan benefisiari yang dipilih

"Investasi Sambil Beramal ini lahir dari filosofi kami, Creating Value Beyond. Komitmen kami adalah menghadirkan nilai lebih bagi aset yang kami kelola, baik nilai lebih untuk kesejahteraan dan masa depan, juga nilai lebih untuk berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik," ujarnya di Jakarta, Kamis (29/8).

Dia menjelaskan, dalam periode pertama pelaksanaan #InvestasiSambilBeramal sejak 6 Maret 2019 lalu, ada tiga yayasan penerima donasi, yakni Yayasan Pita Kuning Indonesia, Yayasan yang memberikan pendampingan & bantuan psikososial untuk pasien pejuang kanker usia anak dari keluarga pra-sejahtera.

Lalu, Yayasan Vertical Rescue Indonesia yang memiliki misi untuk membangun seribu jembatan di daerah terpencil seluruh NKRI. Keberadaan jembatan sebagai akses dan prasarana akan sangat membantu aktivitas dan perekonomian warga.

Kemudian, Rumah Faye yang dirintis dan didirikan oleh seorang anak muda Indonesia, Faye Simandjuntak, saat ia baru berusia 16 tahun. Rumah Faye adalah rumah aman yang melakukan pendampingan dan advokasi bagi anak-anak serta perempuan yang menjadi penyintas perdagangan manusia atau kekerasan seksual. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Investasi
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini