Indonesia Tengah Perangi Sampah Plastik, Bagaimana Nasib Industri Nanti?

Senin, 11 Maret 2019 15:24 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Indonesia Tengah Perangi Sampah Plastik, Bagaimana Nasib Industri Nanti? ilustrasi kantong bakal jadi sampah plastik. ©2016 Merdeka.com/Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Indonesia saat ini tengah gencar memerangi sampah plastik yang banyak mencemari lingkungan. Salah satunya adalah dengan mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehar-hari. Saat ini, pembatasan penggunaan plastik telah diterapkan oleh toko-toko ritel modern.

Lantas bagaimana nasib industri plastik di Indonesia jika penggunaan plastik dikurangi?

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menyebutkan saat ini pemerintah tengah menyusun regulasi terkait pengurangan penggunaan plastik. Namun, diyakinkan bahwa pemerintah akan turut mencari cara agar industri plastik tak terganggu.

"Tentu akan kita lakukan. Kita tak mau industri plastik mati juga karena mereka penting. Akan ada hal yang dilakukan," kata Menko Luhut di Shangri La Hotel, Jakarta, Senin (11/3).

Dia menyebutkan, regulasi akan menitikberatkan hanya pada pengurangan penggunaan plastik terutama dalam kegiatan berbelanja. "Peraturan yang sedang disiapkan yaitu pengurangan sampah kantong plastik dari kantong belanja. Intinya bicara plastik sekali pakai jangan dibuang ke lingkungan," ujarnya.

Namun, regulasi tersebut belum bisa dijelaskan lebih rinci sebab masih dalam proses penyusunan. Adapun pihak yang terlibat dalam hal ini adalah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) serta Kementerian Perindustrian.

"Ya tadi sedang diatur dengan baik lah. Kita juga tidak ingin industri plastik itu industrinya rusak. Jadi kita juga cari nanti equilibrium yang bagus gimana, penggantinya apa, dan untuk apa saja digunakannya plastik itu sehingga jangan rusak," jelasnya.

Menko Luhut optimistis dengan langkah memerangi sampah plastik yang saat ini sudah dimulai akan terasa manfaat signifikannya dalam 2 hingga 3 tahun mendatang. "Tapi saya terus terang saja dengan sekarang sudah waste to energy ini jalan, mestinya menurut saya akan banyak sekali perubahan dalam 2 - 3 tahun ke depan ini," tutupnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini