Indonesia punya pasar besar, OJK harap perbankan berkolaborasi dengan fintech

Senin, 12 Maret 2018 16:01 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Indonesia punya pasar besar, OJK harap perbankan berkolaborasi dengan fintech Nurhaida. ©2015 Merdeka.com/ Fikri Faqih

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, keberadaan perusahaan keuangan berbasis teknologi atau lebih dikenal dengan sebutan fintech (financial technology) tidak akan mengancam eksistensi perbankan di Indonesia. Fintech dan perbankan bisa berkolaborasi seperti yang sudah dilakukan di beberapa negara berkembang.

"Kalau dilihat di negara berkembang kolaborasi terjadi, jadi tidak juga menjadi ancaman," kata Nurhaida dalam acara seminar internasional bertajuk Kebijakan dan Regulasi
Fintech di Kawasan Nusa Dua Bali, Senin (12/3).

Selain itu, Nurhaida mengatakan bahwa saat ini industri keuangan yang berbasis tradisional atau konvensional juga sudah mulai menerapkan digitalisasi. "Karena bank atau industri keuangan tradisional mereka akan mengarah ke digital keuangan, jadi harusnya tidak menjadi persaingan, harusnya kolaborasi," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Deputi Komisioner OJK Institute, Sukarela Batunanggar, mengatakan bahwa POJK yang akan segera dikeluarkan OJK pada semester I 2018 tersebut tidak akan berdampak pada industri perbankan. "Bukan kami benturkan ke incumbent (perbankan) tapi justru sinergi, karena di Indonesia ada pasar yang sangat besar, potensi yang sangat besar, itu harus dilakukan sinergi bersama-sama," kata Sukarela.

Lebih jauh Sukarela menjelaskan dengan adanya POJK mengenai fintech menandakan bahwa regulator mendukung adanya inovasi dalam industri keuangan. "OJK mendorong inovasi, kita pro inovasi intinya, di sisi lain OJK memastikan perlindungan konsumen." [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini