Indonesia peringkat bontot di ASEAN dalam hal menabung

Senin, 8 Juni 2015 18:33 Reporter : Novita Intan Sari
Indonesia peringkat bontot di ASEAN dalam hal menabung Ilustrasi Bank. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Di jajaran negara-negara Asia Tenggara, masyarakat Indonesia disebut menempati urutan terbawah dalam hal total nominal tabungan dan kebiasaan menabung. Rendahnya akses perbankan membuat hingga saat ini masyarakat Indonesia belum bisa menabung secara maksimal.

"Secara mikro, tabungan kita paling kecil di Asean. Masyarakat kita bukan orang yang suka menabung. Kalau ada layanan perbankan yang dekat dengan kita-kita mudah-mudahan masyarakat bisa lebih terbuka dan gemar menabung," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad di Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/6).

Salah satu langkah yang ditempuh OJK untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat adalah dengan program Laku Pandai, yaitu Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka keuangan Inklusif. Dengan program tersebut, masyarakat tidak perlu lagi ke bank untuk bisa mengakses layanan perbankan.

"Sehingga masyarakat ada keperluaan tidak usah pakai kendaraan umum dan baju baru tetapi agen penjualan Laku Pandai itu akan ada di sekitar kita," jelas dia.

Di desa Kelurahan Kolo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat ada satu agen Laku Pandai yang mewakili PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Agen tersebut dibekali dengan peralatan dasar seperti komputer jinjing atau laptop, mesin pembayaran elektronik atau EDC (Electronic Data Capture), mesin cetak digital, dan modem untuk koneksi internet.

"BNI sendiri baru membuka layanan perbankan untuk warga Kelurahan Koloper hari ini. Layanan yang baru bisa dinikmati adalah membuka rekening, setor dan tarik tunai, serta beli pulsa handphone," tambah Direktur Utama BNI Achmad Baiquni pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, sebelum diresmikan pada hari ini, agen di Kelurahan Kolo telah mendapatkan 32 nasabah dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Masyarakat yang sudah mendaftar sebagai nasabah bisa mendapatkan buku tabungan dan kartu debit yang akan diproses selama kurang lebih satu minggu.

"Nantinya, ada pegawai BNI di kantor cabang Kota Bima yang akan datang untuk memvalidasi semua formulir pendaftaran dari calon nasabah," jelasnya.

Para nasabah di Kelurahan Kolo bisa bertransaksi layaknya belanja di warung tanpa ada jam operasional. Agen tersebut akan melayani warga kapan saja selama 24 jam. Jumlah uang yang ditabung pun tidak ada batasan minimal, masyarakat bisa menabung mulai dari Rp 5.000 saja maupun Rp 10.000.

"Menabung satu rupiah pun bisa diberikan suku bunga," ungkap dia.

Achmad berharap, semakin banyak warga di wilayah terpencil yang bisa membuka rekening untuk menabung. BNI sendiri menargetkan akan memiliki sekitar 3.000 agen Laku Pandai hingga akhir Desember 2015 di seluruh Indonesia dengan perkiraan 20 sampai 30 nasabah untuk satu agen. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini