Indonesia Peringkat 7 Negara Posisi Manajemen Senior Perempuan Paling Banyak di Dunia

Rabu, 28 April 2021 20:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Indonesia Peringkat 7 Negara Posisi Manajemen Senior Perempuan Paling Banyak di Dunia Partisipasi Perempuan Tangguh Meningkat di Pasar Keuangan Digital. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Pendidikan menjadi salah satu kunci pemahaman literasi dan pemanfaat teknologi agar perempuan menjadi tangguh di era digital. Terbukti, partisipasi perempuan di pasar keuangan terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam webinar yang digelar IGICO Advisory dan D'ORIGIN Financial & Business Advisory dalam rangka peringatan Hari Kartini, bertema 'Perempuan Tangguh di Era Digital'.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut yakni Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh K. Harmanda, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn, dan CEO MNC Sekuritas Susy Meilina.

Destry mengatakan, di era Kartini modern saat ini banyak tokoh perempuan Indonesia sudah menduduki posisi penting dan strategis. "Kabar gembira dari hasil Laporan Tahunan Grant Thornton tahun ini yang menunjukkan Indonesia berada pada peringkat ke-7 sebagai negara dengan posisi manajemen senior perempuan paling banyak secara global," kata Destry.

Laporan tersebut juga menunjukkan populasi perempuan sebagai chief financial officer (CFO) di Indonesia mencapai 56 persen pada tahun ini naik dari tahun lalu sebesar 48 persen. "Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari perjuangan Ibu Kartini agar perempuan diberikan kesempatan menempuh pendidikan dan mencapai kesetaraan dengan laki-laki," tegasnya.

Di sisi investasi, Destry menjelaskan, perempuan memiliki peranan yang penting, di mana partisipasi kaum perempuan di pasar keuangan mengalami kenaikan khususnya melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

Sesuai data Kementerian Keuangan, kontribusi perempuan pada ORI terus meningkat. Pada penjualan ORI017 sebagian besar yakni 55,87 persen dari total investor adalah perempuan. Persentase tersebut meningkat jadi 57,82 persen pada ORI18.

Data terbaru dalam penerbitan Sukuk Ritel SR 014 juga didominasi oleh perempuan di mana 58,25 persen investornya adalah perempuan. Sementara itu, Data KSEI per Maret 2021 menunjukkan investor perempuan di pasar modal sebesar 38,63 persen (Rp206,15 triliun) masih di bawah laki-laki sebesar 61,37 persen.

"Pemanfaatan teknologi oleh perempuan masih dapat terus dioptimalkan dan memiliki ruang tumbuh yang masih besar. Sebagaimana tercermin pada Data International Finance Corporation dan USAID yang menyebutkan bahwa 47 persen Indonesia aktif berinternet, tetapi cenderung belum untuk hal-hal yang produktif," ungkap Destry.

Dia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dapat terus ditingkatkan kepada para pelaku UMKM yang diketahui dimiliki 53,76 persen oleh perempuan dan jumlah karyawan perempuan mencapai 97 persen.

"Pendidikan menjadi salah satu kunci pemahaman literasi dan pemanfaat teknologi digital. Dalam hal ini, perempuan Indonesia memiliki modal yang cukup baik, sebagaimana ditunjukkan oleh data partisipasi perempuan Indonesia untuk pendidikan di setiap jenjang relatif berimbang," paparnya.

Survei Financial Inclusion Insights (FII) tahun 2018, menunjukkan bahwa kepemilikan rekening oleh perempuan sebanyak 55,6 persen dan ini menunjukkan adanya inklusi keuangan digital yang setara.

Baca Selanjutnya: Jumlah Investor Perempuan di Aset...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bank Indonesia
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini