Indonesia pelopor uang berbahan plastik

Minggu, 17 November 2013 15:21 Reporter : Sri Wiyanti
Indonesia pelopor uang berbahan plastik Rp 100000. ©blogspot.com

Merdeka.com - Bank Sentral inggris (Bank of England/BoE) akan segera mengeluarkan uang dengan bahan dasar plastik pada 2016. Bank Indonesia belum berencana mengikuti langkah bank sentral Inggris dengan mengeluarkan uang berbahan dasar yang sama.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menegaskan, sesungguhnya Indonesia lebih dulu mengeluarkan uang dengan bahan dasar plastik. Sayangnya, lantaran beberapa kelemahan uang keluaran BI kala itu, membuat uang berbahan dasar plastik itu terpaksa ditarik dari peredaran.

"Mereka mulai dari pecahan kecil, belajar dari kita. Dulu kita mulainya kan Rp 50.000-Rp 100.000 tapi ternyata negara-negara lain di kawasan itu sekarang ini mulai dengan pecahan kecil. Tapi sebenarnya kita mulai lebih awal. (Keluaran bank Eropa) lain pada saat BI menerapkan (uang plastik) yang masih mudah dipalsukan, bahannya kan mudah banget didapatkan," papar Ronald di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (17/11).

Ronald tidak segan mengakui, perilaku masyarakat Indonesia masih belum memungkinkan bagi BI untuk kembali mencetak uang berbahan dasar plastik. padahal diakuinya, dengan bahan dasar plastik, uang lebih tahan lama.

"Cuma minusnya, orang kita kadang-kadang ada uang kusut sedikit disetrika langsung nempel dia. Kedua, masyarakat suka ngejepret uang kalau plastik kan cepat rusak, kadang teman-teman tuh biar gampang bawanya kumpulin 10 lembar lalu straples," kata Ronald.

Selain itu, kata Ronald, masih banyak agenda yang menjadi prioritas BI. Semisal rencana BI mengeluarkan uang model baru yang akan mencantumkan dua tandatangan yakni tandatangan Gubernur BI dan Menteri Keuangan, Redenominasi dan Pemilu tahun depan.

Sebelumnya, Bank of England akan memperkenalkan uang lebar plastik dengan ukuran yang lebih kecil dan bisa dibersihkan. Rencana itu akan direalisasikan pada 2016. mata uang baru yang terbuat dari plastik polimer itu diklaim lebih bersih, lebih aman dan bahkan tidak akan hancur jika ikut tercuci di mesin.

Perubahan itu akan dimulai dengan mata uang pecahan £5 yang menampilkan Sir Winston Churchill, dan disusul dengan pecahan £10. Inggris menghabiskan tiga tahun untuk meneliti dampak perubahan mata uang dari kertas ke plastik.

Bank of England akan melakukan kampanye publik untuk menggali opini masyarakat di seluruh penjuru Inggris dalam dua bulan mendatang sebelum mengambil keputusan akhir pada bulan Desember.

Mata uang Inggris yang sekarang terbuat dari serat katun dan linen, dengan daya tahan hanya satu tahun. Lembaran uang yang rusak atau terlalu kusam akan dihancurkan untuk kompos. Mata uang plastik yang akan diperkenalkan ini sangat tipis, transparan dan fleksibel. Sebagai perlindungan tambahan, uang akan dilapisi tinta khusus untuk mencegah pemalsuan. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bank Indonesia
  3. Uang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini