Indonesia Impor 110.000 Barel Minyak per Hari dari Kilang Terbesar Arab Saudi

Selasa, 17 September 2019 14:52 Reporter : Merdeka
Indonesia Impor 110.000 Barel Minyak per Hari dari Kilang Terbesar Arab Saudi kilang minyak arab saudi terbakar. ©2019 VIDEOS OBTAINED BY REUTERS/via REUTERS

Merdeka.com - Peristiwa ditembaknya kilang minyak terbesar milik Arab Saudi akibat serangan drone, Sabtu (14/9/2019) waktu setempat, mempengaruhi pasokan minyak di pasar global. Lalu bagaimana dengan pasokan untuk Indonesia?

‎Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengakui Indonesia salah satu pengimpor minyak sebanyak 110.000 barel per hari, dari kilang Abqaiq dan Khurais milik Arab Saudi ‎yang terbakar akibat serangan drone.

‎"Kita kan memang impor dari sana 110.000 rata-rata per hari, tapi dikumpulin dulu," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut Djoko, akibat serangan drone tersebut Arab Asudi menghentikan produksi minyak 5,7 juta berel per hari dari total produksi sebesar 13,6 juta barel per hari. Sementara, impor minyak Indonesia dari Arab Saudi hanya 0,8 persen dari total produksi Arab Saudi.

"Itu kan produksi kilang yang terbakar, jadi bukan untuk kilang Indonesia, karena kilang yang terbakar produksinya setop, mau ditaruh di mana kan," tuturnya.

Djoko menegaskan, Arab Saudi telah berkomitmen memasok minyak ke negara yang sudah berkontrak. Pasokan minyak dari kilang tersebut akan digantikan dari sumber lain. Di sisi lain ekspor minyak Arab Saudi ke Indonesia dilakukan dalam periode tertentu, sehingga ada waktu untuk melakukan pengumpulan minyak sesuai dengan kebutuhan.

Dengan demikian dia memperkirakan penghentian pasokan minyak dari kilang Abqaiq dan Khurais tidak menjadi masalah. "Tapi yang sudah komitmen dengan negara-negara lain yang diekspor harusnya tidak ada masalah‎," tandasnya

1 dari 2 halaman

Penyerangan Kilang Minyak Belum Berdampak ke Harga BBM RI

Djoko Siswanto mengatakan, kenaikan harga minyak dunia akibat penyerangan kilang Minyak di Arab Saudi belum berpengaruh pada pembentukan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia tersebut masih dalam kondisi aman terhadap pembentukan harga BBM, sebab pemerintah memprediksi harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di level USD 65 per barel. Sehingga masih mendekati kisaran yang diprediksi pemerintah.

Saat ini, harga minyak mengalami kenaikan ke level USD 67 per barel, dari sebelum peristiwa meledaknya kilang akibat serangan drone sekitar USD 60.

"Kemarin USD 67,10 brent, hari ini brent USD 67,83. Turun 0 koma sekian," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/9).

Dia melanjutkan, untuk perkiraan ICP pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dipatok sebesar USD 63 per barel, besaran ICP tersebut disepakati mendekati level harga minyak mentah brent saat ini.

"APBN USD 63, tapi oke kok. Kalau ICP kan dikurangi USD 5 dari brent. 67-5= 62 kemarin kita tetapin USD 63 loh di 2020, masih oke kok," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Minta Kilang RI Dipasang Anti Drone

Djoko Siswanto mengimbau operator fasilitas pengolahan minyak (kilang) di Indonesia‎, untuk menggunakan alat anti pesawat tanpa awak (drone). Hal ini untuk menghindari peristiwa serangan yang terjadi pada kilang Arab Saudi terjadi di Indonesia.

"Kita imbau yang punya kilang minyak untuk pasang anti drone," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut Djoko, jika alat penangkal serangan drone tersebut sudah ‎terpasang, maka jika ada drone yang tidak berizin masuk area kilang secara otomatis akan mati. "Jadi begitu drone masuk dia mati. Asik," ujarnya.

Djoko berharap, kenaikan harga minyak hanya berlangsung sesaat, kemudian bisa kembali ke level normal dalam waktu dekat. Untuk saat ini kenaikan harga minyak masih mendekati prediksi pemerintah yaitu USD 63 per barel pada 2020, sehingga belum berpengaruh terhadap hara Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Belum belum masih aman mudah-mudahan kembali normal. kita kan kemarin diketok 63 sekitar itu lah,"‎ tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Baca juga:
Sri Mulyani Waspadai Dampak Serangan Drone di Kilang Minyak Arab Saudi
Serangan Maut 10 Drone ke Kilang Minyak Arab Saudi Hingga Buat Lonjakan Harga
Harga Minyak Mentah Merosot setelah Trump Pecat John Bolton
Harga Minyak Dunia Naik Usai Putra Raja Salman Jadi Menteri Energi Arab
Harga Minyak Naik Dipicu Kekhawatiran Dampak Perang Dagang AS-China
Harga Minyak Turun Dipicu Kecemasan Perang Dagang
Harga Minyak Mentah Indonesia Anjlok Jadi USD 61 per Barel di Juni 2019

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini