Indonesia Dinilai Bakal Kena Imbas Resesi Ekonomi Negara Mitra Dagang

Selasa, 28 Juli 2020 14:43 Reporter : Anisyah Al Faqir
Indonesia Dinilai Bakal Kena Imbas Resesi Ekonomi Negara Mitra Dagang pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, Indonesia akan mengalami resesi yang cukup dalam. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2020 minus 1,3 persen sampai minus 1,5 persen.

"Meski lebih baik dibandingkan triwulan kedua, kami perkirakan minus 4 persen dan triwulan ketiga minus 1,3- minus 1,5," kata Tauhid dalam diskusi INDEF bertajuk Mempercepat Geliat Sektor Riil dalam mendukung Pemulihan Ekonomi: Peranan BUMN dalam mendukung pemulihan Ekonomi, Jakarta, Selasa (28/7).

Prediksi ini kata Tauhid berdasarkan asumsi realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) jika masih di bawah 30 persen dalam jangka waktu 5 bulan. Selain itu beberapa negara lain juga diprediksi akan mengalami resesi seperti Singapura dan Korea Selatan. Resesi di negara-negara tersebut tidak hanya pada triwulan kedua tetapi juga berlanjut hingga triwulan ketiga tahun 2020.

"Jadi negara-negara tersebut sudah mengalami resesi yang cukup berat," kata Tauhid.

Selain itu, Tauhid menilai Thailand, Jepang, Malaysia dan Amerika Serikat juga berpotensi mengalami resesi. Di Jepang misalnya, pada triwulan kedua pertumbuhan ekonominya -4,2 persen. Lalu Amerika Serikat juga diperkirakan terjun sampai minus 27 persen. Sementara Singapura minus 12 persen, Korea Selatan minus 3 persen dan Malaysia minus 9,7 persen.

Resesi yang dialami negara-negara ini pun berdampak pada kondisi perekonomian Indonesia. Apalagi jika mereka merupakan negara mitra dagang Indonesia.

"Kalau kita lihat pemerintah beberapa negara mitra dagang kita sudah mengumumkan resesi," kata dia.

Sebab mereka memiliki korelasi yang kuat dengan Indonesia baik dari sisi perdagangan dan investasi. Termasuk wisatawan yang menyumbangkan devisa negara. Hal ini menjadi penting sebagai pembelajaran dari dampak pandemi Covid-19.

"Mengapa ini penting? Agar kita bisa melihat lesson learn dan dampak dari snowball yang terjadi di negara-negara tetangga kita, apalagi negara mitra dagang," kata dia mengakhiri. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini