Indonesia di ambang krisis gas bumi di 2019

Selasa, 7 Februari 2017 14:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
Indonesia di ambang krisis gas bumi di 2019 aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - ‎Indonesia diprediksi akan mengalami krisis atau kekurangan pasokan gas bumi mulai 2019 mendatang. Hal ini bisa terjadi karena belum adanya sumber gas baru dari sumur Indonesia.

Senior Vice President Gas and Power Gas Directorate Pertamina‎, Djohardi Angga Kusumah, mengatakan ‎saat ini konsumsi gas Indonesia mencapai 3.000-3.500 mmscfd. Angka konsumsi ini terus naik 4 sampai 5 persen tiap tahunnya.

"Konsumsi dalam negeri mungkin sekitar 3.000-3.500 tapi itu terus tumbuh sekitar 4-5 persen per tahun," kata Djohardi, di acara Forum IndoGas 2017 di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).

Penurunan pasokan gas di 2019 nanti akan terjadi secara alamiah. Penyebabnya, konsumsi terus naik, sedangkan pasokan gas dari sumur baru belum berproduksi. Kekurangan gas di 2019 disebut mencapai 500 mmscfd, sedangkan di 2030 mencapai 4.000 mmscfd.

"Kekurangan mulai terjadi 2019,itu karena ‎penurunan alamiah, sementara yang baru belum mulai, seperti Natuna," jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan pasokan gas, maka kebutuhan gas harus dipenuhi dengan impor. Jadi, impor gas bukan hanya untuk mencari harga yang murah, tetapi untuk memenuhi kebutuhan atas konsumsi yang terus meningkat.

"Memang impor bukan hanya semata-mata faktor harga tapi pada saat ini konsumsi dalam negeri terus tumbuh," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini