Indonesia di ambang krisis air

Sabtu, 8 November 2014 20:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Indonesia di ambang krisis air bendungan katulampa. ©2014 merdeka.com/angga yudha pratomo

Merdeka.com - Pemerintah menyadari ketahanan air Indonesia terancam krisis. Pasalnya, Indonesia belum memiliki infrastruktur mumpuni untuk menjaga ketersediaan air.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan kepemilikan waduk Indonesia, sebagai salah satu instrumen penjaga ketersediaan air, saat ini diperkirakan baru mencapai 213.

"Lihat di Korea itu waduk jumlahnya ribuan," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin malam.

Minimnya ketersediaan air berdampak luas. Salah satunya Indonesia sulit berswasembada pangan. Dia mencontohkan, dengan 213 waduk di Indonesia, baru bisa mengairi 900.000 hektar lahan pertanian. Padahal, lahan pertanian di Indonesia mencapai 7,3 juta hektar.

"Selain itu, makin banyak bendungan makin tahan kita pada perubahan cuaca. Ideal itu (bendungan) lebih banyak lebih baik," ucapnya.

Maka dari itu, untuk mengatasi hal ini pemerintah akan membangun 11 waduk pada tahun depan. Nilai pembangunannya total sekitar Rp 8,2 triliun.

Basuki menjabarkan, tahun ini pihaknya telah menenderkan pembangunan lima waduk yang berlokasi Kerto di Aceh, Kariyan di Banten, Logung di Kudus, Ratnamo di Nusa Tenggara Timur, dan Lolak di Sulawesi Utara. Sementara, enam waduk lain akan mulai ditender tahun depan.

"Lalu tiap tahun berikutnya saya diberi target Pak Jokowi bangun lima bendungan," tuturnya. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini