Indonesia dan Singapura perang urat saraf gara-gara Tax Amnesty

Selasa, 26 Juli 2016 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Indonesia dan Singapura perang urat saraf gara-gara Tax Amnesty singapore. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty mulai diberlakukan pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemerintah berharap kebijakan ini bisa membantu pembiayaan pembangunan negara.

Presiden Jokowi mengimbau kepada seluruh wajib pajak, termasuk pengusaha untuk memanfaatkan berbagai keuntungan yang ditawarkan dalam program pengampunan pajak. Dia menekankan bahwa Tax Amnesty adalah peristiwa yang tidak akan terulang lagi, itulah sebabnya wajib pajak harus memanfaatkannya sebaik mungkin.

"Program ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi perekonomian lebih luas termasuk bagi pembangunan infrastruktur, likuiditas sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi," kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty, di hadapan 2.700 pengusaha Jawa Timur.

Presiden menjelaskan, pemberlakuan program pengampunan pajak ini bertujuan untuk membuat Indonesia menjadi lebih makmur dan sejahtera, dari mulai segi peningkatan pemasukan negara untuk pendidikan dan kesehatan, perbaikan nilai tukar Rupiah, peningkatan likuiditas perbankan nasional, dan peningkatan cadangan devisa.

Ternyata kebijakan Indonesia membuat Singapura kebakaran jenggot. Sebab, dana milik warga Indonesia yang disimpan di Singapura tidak kecil. Diperkirakan mencapai Rp 3.000 triliun.

Salah satu kebijakan Singapura untuk menggagalkan Tax Amnesty Indonesia adalah dengan menawarkan kewarganegaraan kepada anggota keluarga Indonesia yang menyimpan uang di Singapura.

Dengan menjadi warga Singapura, ketika era keterbukaan informasi Automatic Exchange of Information (AEOI) diberlakukan di 2017, pemerintahan Jokowi tidak bisa menjatuhkan sanksi denda pajak hingga 48 persen sekalipun. [bim] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini