Indonesia Butuh Kebijakan Pro Petani dan Perdagangan untuk Capai Kedaulatan Pangan

Jumat, 16 Agustus 2019 15:45 Reporter : Dwi Aditya Putra
Indonesia Butuh Kebijakan Pro Petani dan Perdagangan untuk Capai Kedaulatan Pangan Sawah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah menyebut bahwa Indonesia sangat potensial untuk bisa mandiri di bidang pangan. Dengan catatan, perlu ada suatu terobosan besar agar tidak lagi bergantung pada impor pangan.

Tercatat, sejak era Presiden Joko Widodo pemerintah masih membutuhkan sejumlah bahan pangan impor guna memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Beberapa bahan pangan impor yang dilakukan di antaranya, beras, daging, ayam, hingga bawang putih.

"Pemerintah harus berani bikin terobosan. Yang diperlukan kebijakan yang tepat. Kebijakan yang mendorong petani termotivasi untuk meningkatkan produksi," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Jumat (18/8).

Piter mengatakan, agar Indonesia mampu berdaulat di sektor pangan, pemerintah juga harus mendorong ketentuan perdagangan para petani. Sebab, kata dia, tanpa kebijakan yang bisa menaikkan tingkat produksi petani, mandiri di bidang pangan tidak akan pernah terwujud.

Sebelumnya, dalam pidato Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) menekan pentingnya kedaulatan pangan agar Indonesia mampu berdikari di sektor pangan. OSO meminta negara memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Sementara pada saat yang sama mendorong pemerintah untuk menghentikan impor bahan pangan.

"Kita harus memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat harus selalu terpenuhi di waktu yang sama dan harus segera menghentikan impor, impor, impor," kata dia. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini