Indonesia Butuh Investasi USD 167 Miliar untuk Bangun Pembangkit EBT

Jumat, 5 Maret 2021 20:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Indonesia Butuh Investasi USD 167 Miliar untuk Bangun Pembangkit EBT PLTS. energytoday.com

Merdeka.com - Indonesia membutuhkan total dana investasi sebanyak USD 167 miliar untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan membangun 56 GigaWatt (GW) tambahan pembangkit energi hijau.

"Kita membutuhkan total investasi sektor EBT sekitar USD 167 miliar untuk mencapai target penurunan emisi di tahun 2030, dengan membangun 56 GW tambahan pembangkit EBT," kata Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Medrilzam dikutip dari Antara Jakarta, Jumat (5/3).

Nominal investasi yang terbilang besar itu membuat proyek pengembangan energi hijau harus gotong-royong baik dari sisi modal pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Tahun ini, pemerintah menargetkan investasi pada sektor energi hijau senilai USD 2,05 miliar, lebih tinggi dibandingkan capaian investasi pada 2020 yang berjumlah USD 1,36 miliar.

Berdasarkan kajian Bappenas, ada enam jenis EBT yang tersedia dan telah dikembangkan secara komersil di Indonesia, yakni surya, angin, panas bumi, dan bioenergi. Selain itu ada energi potensial yang belum dikembangkan seperti gelombang air laut dan hidrogen.

"Total potensi EBT untuk pembangkitan listrik yang ada di Indonesia diperkirakan berada di angka 419 GW. Dari total potensi tersebut, hampir setengahnya adalah potensi dari energi surya sebesar 207 GW disusul dengan air 75 GW, dan angin 60 GW," kata Medrilzam.

Baca Selanjutnya: Dua Target Besar...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini