Indonesia Berpotensi Kuasai Industri Mobil Listrik Global, Ini Faktor Pemicunya

Jumat, 19 November 2021 14:45 Reporter : Idris Rusadi Putra
Indonesia Berpotensi Kuasai Industri Mobil Listrik Global, Ini Faktor Pemicunya SPKLU. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pengamat ekonomi dari Indef, Tauhid Ahmad menilai Indonesia mampu menguasai industri mobil listrik global di masa datang. Sebab, Indonesia memiliki sumber baterai listrik dari produk turunan nikel.

"Sumber pembiayaan yang paling mahal dari mobil listrik adalah soal komponen baterai listrik. Karena bahan baku yang satu ini, kita punya daya saing," kata Tauhid dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (19/11).

Pemerintah telah membentuk PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang merupakan gabungan dari PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum alias MIND ID, anak usahanya ANTM, Pertamina dan PLN.

Selain itu, pemerintah sudah memiliki roadmap infrastruktur mobil listrik. "PLN sudah punya SPLU (stasiun pengisian listrik umum) itu akan dibangun sampai tahun berapa, itu kan berarti infrastruktur dasarnya kita sudah punya," katanya.

Tauhid menambahkan, melihat tren, data dari Gaikindo pengguna mobil listrik makin banyak dan dunia pertumbuhannya juga cepat. "Artinya pasarnya besar," katanya.

Dari segi teknologi, untuk mengembangkan industri mobil listrik, Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. "Kita harus bermitra dengan banyak perusahaan luar, kalau hanya mengandalkan SDM sendiri terlalu lama, mungkin bisa tapi lama," katanya.

Menurutnya, pemerintah ke depan harus lebih banyak memberikan dukungan kepada sektor ini, seperti halnya insentif fiskal. Sebab, kalau tidak, tentunya industri mobil listrik dalam negeri tidak dapat berkembang. "Jadi kita tidak hanya mengandalkan produk-produk luar saja," kata dia.

2 dari 2 halaman

Siapkan Pengembangan

IBC sebagai holding perusahaan baterai di Indonesia, rencananya juga telah menyiapkan pengembangan bisnis, baik di ekosistem EV Battery maupun Electric Vehicle.

Pengembangan ekosistem Electric Vehicle ini menjadi salah satu kunci untuk mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Tanah Air. Bahkan, IBC dikabarkan akan mengakuisisi StreetScooter, produsen kendaraan listrik milik Deutsche Post DHL Group asal Jerman.

Sebelumnya, pada Rabu (17/11) Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan produksi mobil listrik.

Usai menjajal mobil listrik di pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Jokowi menyampaikan pentingnya ekosistem mobil listrik yang rendah emisi dan ramah lingkungan agar segera dibangun.

"Kita juga mendorong untuk produksi mobil listrik, produksi mobil hybrid, tetapi sekali lagi, yang semuanya harus ramah lingkungan," ujar Presiden.

Baca juga:
Platform GSEV, Tawaran Cerdas Wuling Dongkrak Popularitas Mobil Listrik di Indonesia
Anies Targetkan Seluruh Armada Transportasi Umum Gunakan Tenaga Listrik pada 2030
Mobil Listrik Rivian akan Menyaingi Tesla di Pasar Saham
Kemenperin: 3 Juta Kendaraan Listrik Mengaspal di Indonesia Pada 2030
Pemerintah Akui Harga Mobil Listrik Lebih Mahal 30 Persen
Usai Tinjau GIIAS 2021, Jokowi Jajal Mobil Listrik Mitsubishi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mobil Listrik
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini