Indonesia Bawa Isu Kemudahan Akses Vaksin Covid-19 di Presidensi G20

Senin, 22 November 2021 15:54 Reporter : Anisyah Al Faqir
Indonesia Bawa Isu Kemudahan Akses Vaksin Covid-19 di Presidensi G20 vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan sebagai Presidensi G20, Indonesia akan fokus pada tiga isu utama dari dampak pandemi Covid-19. Antara lain perubahan pandemi menjadi endemi, peran G20 di sektor kesehatan dan sektor keuangan.

Tiga isu tersebut akan dibahas dalam pertemuan antar negara di tingkat menteri maupun pertemuan per kelompok. Menurutnya, isu kesehatan masih jadi pusat pembahasan dalam setiap pertemuan. Sebab, dalam 2 tahun terakhir vaksin masih menjadi isu geopolitik.

Masing-masing negara berupaya mengamankan dirinya untuk mendapatkan akses vaksin bagi masyarakatnya. Bahkan ada negara yang melarang ekspor vaksin sebelum akselerasi vaksinasi untuk warganya terpenuhi.

"Geopolitik vaksin sempat terjadi, negara mementingkan kepentingan masing-masing, bahkan ada yang melarang ekspor vaksin," kata Airlangga di Jakarta, Senin (22/11).

Hal ini pun sempat menimbulkan ketidakpastian dan menjadi lebih berbahaya bagi negara yang memiliki penduduk di atas 100 juta jiwa. Sebab, tidak memiliki akses terhadap vaksin. Ini sempat terjadi di India dan Amerika Serikat yang melarang vaksinnya diekspor ke luar negeri.

Apalagi Amerika Serikat baru menjual vaksinnya ke luar pada kuartal II tahun ini. Untuk itu, Indonesia akan memainkan perannya sebagai pemimpin Presidensi G20 yang memastikan setiap negara berhak atas akses vaksin.

"Makanya kalau kita tidak cepat, kita tidak bisa mendapatkan akses vaksin sampai 100 juta dosis," kata dia.

2 dari 2 halaman

Produksi Vaksin Dalam Negeri

Selain itu, Indonesia akan berupaya agar vaksin MRA juga bisa diproduksi di dalam negeri. Termasuk berupaya agar vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara bisa disuntikkan sebagai booster.

Sehingga, Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhannya.

"Sehingga ketergantungan dengan devisa (untuk impor vaksin) ini bisa berkurang karena sekarang dunia saling bergantung," kata dia.

Menurut Airlangga, tidak akan ada negara di dunia yang aman dari Covid-19 selama akses terhadap vaksin masih sulit bagi sebagian negara. Maka, Indonesia akan mendorong kemudahan akses vaksin dalam Presidensi G20. [idr]

Baca juga:
Manfaat Ekonomi Presidensi G20 Dua Kali Lebih Besar dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG
Sri Mulyani Sebut Negara G20 Sepakati Sistem Perpajakan Internasional
Lewat Presidensi G20, Jokowi Optimis RI Bisa Berkontribusi untuk Kemakmuran Dunia
Erick Thohir dan BUMN Bakal Buat Event di Perhelatan G20 pada 2022
Jelang Presidensi G20, Airlangga Minta BEI Segera Luncurkan Carbon Trading

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini