Indef soal e-commerce RI dikuasai produk China: Jangan salahkan yang jual

Rabu, 3 Januari 2018 13:26 Reporter : Idris Rusadi Putra
e-commerce. © mytotalretail.com

Merdeka.com - Direktur Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengomentari keluhan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyebut 94 persen perdagangan e-commerce Indonesia didominasi produk China.

Menurut Enny, kondisi ini bisa terjadi karena kesalahan pemerintah sendiri. Pemerintah tidak membuat aturan yang jelas sehingga pengusaha bisa bebas menjual produk mereka.

"Jangan salahkan yang jual, ini salah pemerintah. Seharusnya ada aturannya, seperti bayar pajak, teregister seperti halnya seperti orang jual di Indonesia," kata Enny saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (3/1).

Enny menyarankan kepada pemerintah agar segera bergerak dan membuat aturan jelas soal ini. Barang atau produk yang dijual di online sebaiknya teregister dan meminta izin sebelum memasarkannya. Selain itu, kualitas barang juga harus diuji apakah sesuai SNI atau tidak.

"Artinya harus ada izin dan teregister. Selain itu kualifikasi juga harus sesuai SNI. Sekarang gak ada aturannya jadi liar," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kinerja sektor retail dalam beberapa waktu belakangan telah menunjukkan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun, 94 persen perdagangan seperti e-commerce masih didominasi oleh produk yang berasal dari China.

"Retail sudah cukup baik, di mana-mana kita berjalan ada toko retail. Kita berjalan ada toko ritel yang menjual harus produksi. Tapi produktivitas kita sendiri saya mendengar dari laporan e-commerce 94 persen yang dijual e-commerce adalah barang China, angkanya tidak terlalu jelas, tapi tinggi sekali," ujar Wapres JK di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/1).

Untuk itu, Wapres JK meminta investor mengambil alih penyediaan produk dalam negeri supaya tidak dirajai oleh produk asing. "Artinya, pasar ini harus dimanfaatkan oleh investor yang ada di pasar modal ini," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres JK juga meminta investor lebih gencar melakukan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semakin tinggi. Investasi dilakukan bukan hanya investasi modal namun juga investasi riil.

"Kepada saudara-saudara investor, emiten yang ada di sini, bahwa satu satunya yang perlu kita tingkatkan adalah investasi. Investasi riil bukan hanya investasi di pasar modal," jelasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini