INDEF Sebut Inflasi Rendah Bukan Buah Kerja Pemerintah

Kamis, 15 November 2018 14:52 Reporter : Dwi Aditya Putra
INDEF Sebut Inflasi Rendah Bukan Buah Kerja Pemerintah pasar tradicional. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK berupaya menjaga inflasi pada rentang 3,5 persen hingga akhir 2018. Ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat tetap memiliki daya beli sehingga terjadi pertumbuhan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen. Untuk inflasi tahun kalender yaitu Januari-Oktober 2018 mencapai 2,22 persen, sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 3,16 persen. Dengan demikian pemerintah optimistis inflasi akan terjaga di bawah 3,5 persen.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menilai inflasi yang rendah tersebut bukan karena keberhasilan pemerintah lewat serangkaian kebijakan. Akan tetapi karena tren konsumsi yang memang saat ini sedang menurun.

"Artinya, memang dalam hal ini daya beli yang memang cenderung lebih rendah baik secara domestik maupun secara global," kata Eko dalam sebuah diskusi yang digelar di Jakarta, Kamis (15/11).

Eko mengatakan, kondisi tersebut diperkuat dengan inflasi yang dialami oleh sejumlah negara lain juga rendah. Misalnya saja pada China, inflasinya jauh lebih rendah di bawah Indonesia yakni di level 2,3 persen.

"Kalau mau diklaim berhasil mengendalikan inflasi, harusnya diikuti dengan pertumbuhan yang cukup tinggi. Tapi nyatanya, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tidak terjadi, yang terjadi justru stagnasi pertumbuhan ekonomi," katanya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 yang dilaporkan BPS sebesar 5,17 persen. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan periode sama tahun lalu hanya 5,06 persen.

Namun meski lebih tinggi jika dibandingkan periode sama 2017, angka ini lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 yang saat itu di level 5,27 persen.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini