Indef: Perempuan Jadi Sasaran Empuk Pinjaman Online Ilegal

Selasa, 19 Oktober 2021 20:20 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Indef: Perempuan Jadi Sasaran Empuk Pinjaman Online Ilegal Ilustrasi fintech. © business insider

Merdeka.com - Head of Center Innovation and Digital Ekonomi Indef, Nailul Huda mengatakan bahwa perempuan menjadi sasaran empuk pinjaman online ilegal. Menurutnya, perempuan lebih banyak menunggak utang dibanding laki-laki.

"Ada satu lagi yaitu keterlibatan perempuan bahwa ada data menarik di mana perempuan itu dia lebih banyak nunggaknya ketimbang laki laki," katanya dalam diskusi 'Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK' di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10).

Menurutnya, literasi finansial perempuan relatif masih rendah. Maka, pinjaman online ilegal menyasar perempuan untuk menarik keuntungan sebanyak-banyaknya.

"Ini ini harus diperhatikan juga bahwa memang finansial literasi dan sebagainya itu untuk perempuan itu relatif masih rendah dan menjadi sasaran empuk untuk pinjol online ilegal untuk bisa menarik keuntungan dari sana," ungkapnya.

Selain itu, Nailul mengungkapkan data menarik lainnya bahwa sampai Juni tahun 2021 kemungkinan 95 persen pinjaman online yang pernah beroperasi di Indonesia bersifat ilegal. Sedangkan, 5 persen lainnya bersifat pinjol legal.

"Yang sangat miris sebenarnya, ketika kita melihat permintaan yang begitu banyak namun pinjol yang legal semakin sedikit dan semakin menurun dan ketika kita melihat diawal tahun 160 menjadi 106," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Ciri-Ciri Pinjol Ilegal

Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot, mengungkapkan ciri-ciri pinjaman online ilegal. Ciri pertama adalah pinjol ilegal menawarkan lewat WhatsApp atau SMS.

"Ciri-ciri pinjaman online yang ilegal itu dapat kita lihat, mereka menawarkan penawaran yaitu melalui saluran WhatsApp atau SMS jadi tawaran-tawaran itu adalah tawaran pinjol yang pasti pinjol ilegal," katanya dalam diskusi 'Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK' di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10).

Kemudian, pinjaman online ilegal menawarkan suku bunga yang sangat tinggi dan denda yang tidak ada batasannya. Mereka juga mengakses seluruh data di kontak yang menggunakannya.

"Lalu kemudian melakukan penagihan dengan cara teror atau intimidasi dan ini ini sangat meresahkan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, dalam pemberantasan pinjol ilegal, OJK melalui satgas waspada investasi melakukan cara preventif dan represif. Secara preventif, pihaknya memperkuat literasi keuangan melalui edukasi, dan melakukan program komunikasi secara aktif dan menyeluruh untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat atas bahayanya penawaran pinjol ilegal ini.

"Kemudian secara represif, satgas waspada investasi kami terus melakukan patroli siber untuk melihat aplikasi aplikasi pinjaman online ilegal dan mengajukan blokir situs aplikasi dan hingga kini sudah ada 3516 situs aplikasi pinjol ilegal yang memang sudah kami tutup aplikasinya," pungkasnya.

Baca juga:
Mahfud MD Sebut Pelaku Pinjol Ilegal Terancam Pasal Berlapis
Cek Lisensi Aplikasi Pinjol, Menkominfo Komunikasi dengan Google dan Apple
Pengakuan Karyawan Pinjol Ilegal Edit Foto Porno Korban: Biar Malu, Biar Dia Bayar
Penting Diwaspadai, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal
OJK Papua-Papua Barat Terima 45 Aduan Masyarakat Soal Pinjol Ilegal
Bareskrim Polri Ungkap Alat yang Digunakan Pinjol Ilegal dalam Memblast SMS

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini