Indef: Jangan Sampai Subsidi Ongkir E-commerce Jadi Pintu Masuk Barang Impor

Rabu, 5 Mei 2021 12:48 Reporter : Anggun P. Situmorang
Indef: Jangan Sampai Subsidi Ongkir E-commerce Jadi Pintu Masuk Barang Impor Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegoro. ©2018 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Pemerintah menyiapkan dana Rp500 miliar untuk menyubsidi ongkos kirim dari pembelian barang melalui daring (online) pada Harbolnas pada H-10 atau H-5 menjelang Idul Fitri 1422 Hijriah. Subsidi ini diharapkan bisa mendongkrak konsumsi masyarakat.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengingatkan, jangan sampai subsidi ongkir ini menjadi pintu masuk bagi produk-produk impor. Mengingat mayoritas barang e-commerce adalah barang impor.

"Problem lain ketika pemerintah misalnya berikan subsidi ongkir ecommerce, jangan sampai yang masuk barang-barang impor," ujar Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (5/5).

Bhima menjabarkan, hasil studi Indef menunjukkan produk yang diperdagangkan secara online hanya 25,9 persen yang diproduksi lokal. Ketika pemerintah salah subsidi nanti yang ramai justru barang impor, dan hal itu gawat bagi neraca dagang.

"Belum ada subsidi ongkir saja, impor barang konsumsi yang didalamnya termasuk barang dijual di ecommerce naik 15,5 persen per Maret 2021 lebih tinggi dari bulan sebelumnya," jelasnya.

Untuk itu, Bhima meminta pemerintah tetap hati-hati dalam memberikan kebijakan terutama menahan masyarakat agar menghindari keramaian untuk belanja. "Jadi harus extra hati hati kalau mau subsidi ongkir, meskipun tetap penting untuk kompensasi hilangnya konsumsi karena pelarangan mudik," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini