Incar Investor Dunia, Bank Syariah Indonesia Bakal Terbitkan Sukuk Global

Rabu, 16 Desember 2020 20:29 Reporter : Anisyah Al Faqir
Incar Investor Dunia, Bank Syariah Indonesia Bakal Terbitkan Sukuk Global Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara. ©Istimewa

Merdeka.com - Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Hery Gunardi, mengatakan Bank Syariah Indonesia akan berusaha mengincar investor tak hanya domestik, namun juga dunia. Salah satunya melalui penerbitan surat utang syariah atau sukuk.

Menurutnya, selama ini belum ada target market di sukuk global, terutama di Timur Tengah. Padahal ini merupakan potensi pasar yang luar biasa.

"Kapasitas ini yang ingin kami bangun baik di 2021 atau present," kata Hery dalam Konferensi Pers Penandatanganan Akta Penggabungan Tiga Bank Syariah Milik Himbara, Jakarta, Rabu (16/12).

Hery juga menargetkan Bank Syariah Indonesia bisa memiliki kantor cabang luar negeri. Di mana kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab ditargetkan dibuka 2021 mendatang. Sehingga bila ada perusahaan di Indonesia seperti BUMN ingin melakukan penerbitan sukuk global bisa dibantu.

"Kalau nanti ada perusahaan bagus di Indonesia seperti BUMN ingin melakukan ISO sukuk global, nah ini bisa dibantu dan dicari investornya," kata dia.

Selain itu, bisnis segmen wholesale di Bank Syariah Indonesia akan diperkuat pasca penggabungan tiga bank syariah milik negara. Sebab, dari sisi permodalan bank hasil merger ini lebih kuat.

"Dari sisi permodalan makin kuat, kami ingin membangun anchor client untuk wholesale banking," katanya.

Hery mengatakan biasanya bank syariah hanya mengikuti sindikasi dari bank konvensional sebagai bank induk. Namun, setelah memisahkan diri dari masing-masing induk bank konvensional, bank syariah bisa memberikan pembiayaan lebih leluasa.

"Nanti bisa jadi lead sindikasi untuk pembiayaan yang diperuntukan di lokal ini," kata dia.

Selain itu, di segmen ini juga akan meningkatkan value chain secara prinsip, distribusi yang lebih optimal dengan tetap berlandaskan prinsip syariah.

2 dari 2 halaman

Perkuat Pembiayaan KKB dan KPR

kkb dan kpr

Hery mengatakan juga akan memperkuat segmen konsumer dan retail di bank hasil penggabungan. Salah satu program dari tiga bank syariah pelat merah tersebut memiliki produk unggulan. "Saat ini memang dari 3 bank ini ada satu produk yang unggul yaitu mitra guna," kata Hery.

Produk yang dimaksud Hery yakni Mitra Guna dari Bank Syariah Mandiri. Di produk ini sudah banyak anggota TNI/Polri, ASN dan pegawai ASN yang menjadi anggota bank syariah.

Potensi ini bisa dikembangkan untuk memberikan pembiayaan dengan pola mitra guna. "Ini bisa jadi basis untuk pembiayaan dengan pola mitra guna," sambung Hery.

Dari sisi pembiayaan, tiga perbankan syariah ini juga dinilai masih rendah. Maka, bank hasil penggabungan ini akan meningkatkan segmen konsumer di sektor otomotif melalui kredit kendaraan bermotor (KKB) atau perumahan melalui kredit pemilikan rumah (KPR) dengan pembiayaan yang kompetitif.

"Baik untuk oto atau KPR bisa kita biayai dengan lebih kompetitif dengan bisnis model yang dirapikan," kata dia.

Begitu juga dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah. Termasuk kredit mikro dan SMI yang akan membantu pelaku usaha UMKM. Bahkan pembiayaan UMKM nantinya akan lebih terintegrasi dari kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kita punya prinsip syariah yang bagus-bagus dan pembiayaan UMKM ini juga bisa dengan lebih baik," kata dia.

Sebagaimana diketahui, tiga bank syariah milik negara akan digabungkan. Mereka adalah PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Ketiganya akan bergabung dan berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

[bim]

Baca juga:
Berikut Rencana Bisnis Bank Syariah Indonesia 2021-2023
Proses Merger Dipastikan Tak Ganggu Layanan Nasabah 3 Bank Syariah BUMN
PT Bank Syariah Indonesia Masuk Daftar 10 Bank Terbesar di Indonesia
Pemerintah Sebut Merger 3 Bank Syariah BUMN Mulai Februari 2021
Anggota DPR Minta Bank Syariah Swasta Ikuti Jejak Merger Bank Syariah BUMN
RUPSLB Setuju Merger, BRIsyariah Angkat Hary Gunardi Sebagai Direktur Utama
BTN Soal Merger Bank BUMN Syariah: Kita Masih Diskusi dengan Kementerian BUMN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini