Impor Elpiji Capai Rp 5 T, Menteri Jonan Perintahkan Gunakan Bahan Baku Gas Batubara

Kamis, 29 November 2018 12:09 Reporter : Merdeka
Impor Elpiji Capai Rp 5 T, Menteri Jonan Perintahkan Gunakan Bahan Baku Gas Batubara Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Pemerintah mendorong PT Pertamina (Persero) mengganti bahan baku elpiji terdiri dari ‎Propana (C3) dan Butana (C4), dengan batubara yang telah digasifikasi (dimethyl ether/DME). Hal ini, menurutnya, untuk mendukung peningkatkan ketahanan energi.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan perlu dilakukan inovasi penggantian bahan baku Elpiji yang berasal dari impor, dengan bahan baku yang tersedia di dalam negeri yaitu batubara yang digasifikasi menjadi DME.

‎"Security energy coal to DME, ini batu bara yang diubah melalui proses jadi DME yang digunakan untuk pengganti LPG, ini kalau kita mau bilang security energy," kata Jonan, saat menghadiri Pertamina Energy Forum, di Jakarta, Kamis (29/11).

Menurut Menteri Jonan, jika DME bisa menggantikan propana dan butana maka dapat mengurangi impor bahan baku Elpiji. Tercatat dari 6,8 juta ton konsumsi Elpiji nasional 70 persennya berasal dari impor dengan nilai sebesar USD 3 miliar atau Rp 5 triliun. "Kenapa, karena konsumsi Elpiji 6,7-6,8 juta ton, dari situ 70 persen itu impor," tuturnya.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Menteri Jonan pun akan mengumpulkan pemegang konsesi batubara.‎ Dia mengakui, jika bahan baku elpiji diubah menjadi DME perlu adanya perubahan tungku, tetapi hal tersebut tidak perlu dirisaukan karena dampak postifnya lebih besar.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini