Impor bahan baku sepeda motor dari Asia dan Timur Tengah

Selasa, 6 September 2016 21:51 Reporter : Hana Adi Perdana
Impor bahan baku sepeda motor dari Asia dan Timur Tengah Motor matic paling laku. ©2014 Otosia.com

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata mengungkapkan jika sebagian bahan baku pembuatan sepeda motor di Indonesia masih impor dari luar negeri. Alasannya, bahan baku lokal dinilai masih belum bisa bersaing dari segi harga dan kualitas.

Tercatat, dalam pembuatan satu sepeda motor, 85 persen menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Sementara, 15 persen sisanya impor.

Gunadi menjelaskan, negara-negara dari Asia dan Timur Tengah menjadi langganan Indonesia untuk mengimpor bahan baku sepeda motor.

"Seperti dari Australia, Kanada, dari Jepang, Timur Tengah seperti Dubai dimana jadi bahan alumunium plastik, baja dari RRT (China), kemudian Korea dan Taiwan," ujar Gunadi saat ditemui di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (6/9).

Dia melanjutkan, impor tersebut membantu para produsen dalam menekan harga jual motor. Sebab, jika menggunakan bahan baku domestik akan membuat produsen sulit menekan harga jual.

"Begini ceritanya, kalau bahan baku yang dibeli impor sekarang harganya 100 lalu di dalam negeri 150 pasti harganya tidak bisa turun. Nah, otomatis harga jual ikut mahal kan? Itu sebabnya. Pemerintah masih belum bisa melakukan ini," tuturnya.

Meski demikian, penggunaan bahan baku impor sebesar 15 persen bisa dikurangi. Caranya, pemerintah hanya perlu membuat harga bahan baku dalam negeri menjadi lebih kompetitif dan berkualitas.

"Tentu, selama kita bisa memproduksi dengan harga yang paling tidak sama dengan produk import. Mendapat pasokan dalam negeri yang kompetitif. Kita mendapatkan itu supaya yang bisa cepat mereka mencapai harga impor," tandasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini