Implementasikan RUU Cipta Kerja, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,3 Persen di 2021

Jumat, 22 Mei 2020 13:24 Reporter : Idris Rusadi Putra
Implementasikan RUU Cipta Kerja, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,3 Persen di 2021 pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian telah menyiapkan kebijakan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 melalui RUU Cipta Kerja. Dalam jangka menengah setelah covid-19, pemerintah akan meningkatkan kecepatan pemulihan ekonomi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebesar 5,3% pada 2021 seperti yang diproyeksikan IMF.

"Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada tahun 2021 akan dapat dicapai jika kebijakan pemulihan ekonomi dan exit policy serta RUU Cipta Kerja dapat diimplementasikan sesuai rencana," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI, Iskandar Simorangkir dalam diskusi virtual belum lama ini.

Iskandar menjelaskan, pandemi covid-19 telah menghantam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi turun drastis dari 5,02 persen di 2019 menjadi 0,50 persen di 2020.

"Pandemi covid-19 juga berakibat bertambahnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sehingga pemerintah diharuskan untuk melakukan pemulihan ekonomi yang cepat dan mencapai pertumbuhan yang tinggi," jelas Iskandar.

"Langkah pemulihan ekonomi nasional yang diambil oleh Pemerintah adalah dengan melakukan penciptaan lapangan kerja melalui Omnibus Law RUU Cipta Kerja," tambahnya.

1 dari 1 halaman

Tata Iklim Investasi

investasi rev1

Iskandar menuturkan, RUU Cipta Kerja ini ditujukan untuk menata iklim investasi dan menghilangkan proses pendirian usaha yang berbelit-belit. RUU Cipta Kerja diyakini bisa memotong mata rantai birokrasi dalam proses perizinan usaha.

"Kita mau supaya iklim investasi kita jadi lebih baik. Kita ingin supaya proses memulai bisnis itu sederhana dan gampang tidak costly. Pangkas itu birokrasi dengan RUU Cipta Kerja. Jadi saking banyaknya yang harus kita benahi, maka kita melakukan Omnibus Law," kata Iskandar.

Dengan demikian, kata Iskandar, industri-industri baru akan banyak berdiri sehingga bisa menampung pengangguran dan pekerja-pekerja yang terimbas PHK pada saat masa pandemi covid-19.

"Perekonomian bisa kembali berjalan dan pertumbuhan ekonomi bisa kembali digenjot," kata Iskandar. [idr]

Baca juga:
Kawal RUU Ciptaker, PKS Sebut Perlu Ada Oposisi
Tanggapan Pemerintah soal Permintaan Pergantian Nama RUU Cipta Kerja
Lima Fraksi DPR Minta Judul RUU Ciptaker Diubah
Sofyan Djalil Bantah RUU Cipta Kerja untuk Kepentingan Pengusaha
Suasana Rapat RUU Cipta Kerja di Parlemen Senayan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini