Imbas Virus Corona, Sri Mulyani Prediksi Penerimaan Negara Turun 10 Persen

Rabu, 1 April 2020 11:12 Reporter : Dwi Aditya Putra
Imbas Virus Corona, Sri Mulyani Prediksi Penerimaan Negara Turun 10 Persen Sri Mulyani. ©AFP PHOTO/KAZUHIRO Nogi

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memperkirakan pendapatan negara akan mengalami penurunan hingga 10 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Penurunan ini terjadi akibat dampak virus corona atau Covid-19 yang membuat kegiatan ekonomi domestik tertekan.

"Dalam antisipasi kondisi ekonomi turun tajam, penerimaan negara diperkirakan turun 10 persen. Negatif growth," kata Menteri Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Rabu (1/4).

Menteri Sri Mulyani menjelaskan penurunan pendapatan negara terjadi akibat turunnya kinerja perpajakan, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Menurutnya, penurunan penerimaan pajak tak hanya disebabkan oleh menurunnya aktivitas ekonomi tetapi juga karena dukungan insentif pajak.

Penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) oleh pemerintah dilakukan sebagai stimulus mengurangi dampak covid-19 ke perekonomian. "Sementara, PNBP turun dampak jatuhnya harga komoditas. Harga minyak kemarin turun di bawah USD20 per barel. Saat ini sedang dilakukan upaya sangat serius, namun harga minyak sangat rendah. Asumsi kita di kisaran USD60 per barel," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Postur Belanja Meningkat

meningkat

Di sisi belanja, pemerintah fokus untuk kesehatan, perlindungan sosial (social safety net), dan membantu dunia usaha dengan total Rp255,1 triliun. Meski begitu pemerintah melakukan penghematan belanja negara sekitar Rp190 triliun dan realokasi cadangan Rp54,6 triliun.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan dukungan pembiayaan anggaran untuk penanganan covid-19 sebesar Rp150 triliun. Dukungan pembiayaan ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional setelah berakhirnya pandemi corona di Indonesia.

"Dari sisi pendapatan negara turun 10 persen, dari sisi belanja tambahan Rp255 triliun dan pembiayaan tambahan Rp150 triliun, maka postur APBN 2020 diperkirakan akan defisit mencapai 5,07 persen dari PDB," pungkas dia.

[bim]

Baca juga:
Bank Mandiri Beri Asuransi 35.000 Tenaga Medis Corona dengan Total Dana Rp 1 T
Dua Warga Tangerang Selatan Sembuh dari Corona
PP PSBB: Pemerintah Jamin Ketersediaan, Bukan Memenuhi Kebutuhan Warga
Kelangkaan Masker Imbas Panic Buying di Tengah Masyarakat
Cerita Pemuda Rembang Sujud Syukur Usai Sembuh Corona dan Diarak ke Rumah
Hengky Kurniawan Persilahkan Rumah Mewahnya di Jakarta Jadi Tempat Istirahat Dokter
WHO Catat Kasus Baru Covid-19 Menurun di 3 Hari Terakhir Bulan Maret

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini