Imbas Penyerangan di Arab Saudi, Pemerintah Minta Kilang RI Dipasang Anti Drone

Selasa, 17 September 2019 13:10 Reporter : Merdeka
Imbas Penyerangan di Arab Saudi, Pemerintah Minta Kilang RI Dipasang Anti Drone Kilang Balongan. skyscrapercity.com

Merdeka.com - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengimbau operator fasilitas pengolahan minyak (kilang) di Indonesia‎, untuk menggunakan alat anti pesawat tanpa awak (drone). Hal ini untuk menghindari peristiwa serangan yang terjadi pada kilang Arab Saudi terjadi di Indonesia.

"Kita imbau yang punya kilang minyak untuk pasang anti drone," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut Djoko, jika alat penangkal serangan drone tersebut sudah ‎terpasang, maka jika ada drone yang tidak berizin masuk area kilang secara otomatis akan mati. "Jadi begitu drone masuk dia mati. Asik," ujarnya.

Djoko berharap, kenaikan harga minyak hanya berlangsung sesaat, kemudian bisa kembali ke level normal dalam waktu dekat. Untuk saat ini kenaikan harga minyak masih mendekati prediksi pemerintah yaitu USD 63 per barel pada 2020, sehingga belum berpengaruh terhadap hara Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Belum belum masih aman mudah-mudahan kembali normal. kita kan kemarin diketok 63 sekitar itu lah,"‎ tandasnya.

Sebelumnya, serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9) membuat pasokan minyak dunia turun 5 persen. Kondisi ini mendongkrak harga minyak mentah jenis Brent lebih dari 19 persen menjadi USD 71,95 per barel.

Sedangkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 15 persen ke USD 63,34 per barel. Harga ini merupakan yang tertinggi sejak bulan Mei lalu.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini