Imbas Karhutla, Industri di Riau Alami Kerugian Hingga Miliaran Rupiah

Senin, 23 September 2019 13:21 Reporter : Dwi Aditya Putra
Imbas Karhutla, Industri di Riau Alami Kerugian Hingga Miliaran Rupiah kabut asap kebakaran hutan riau. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, Kholis Romli membeberkan beberapa dampak kerugian industri di Riau akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setidaknya total kerugian yang dilaporkan beberapa industri di Riau mencapai hingga miliaran Rupiah.

"Jika ditotal, estimasi kerugian secara ekonomis dari pelaku bisnis di Riau telah mencapai angka puluhan bahkan bisa menyentuh ratusan miliar Rupiah," kata dia kepada merdeka.com, Senin (23/9)

Kholis mengatakan dampak bisnis yang dialami pelaku usaha berbeda konteks dan aksentuasinya sesuai natural sektor bisnis masing-masing. Secara obyektif, khususnya dalam satu bulan ini telah terjadi penurunan produktivitas dunia usaha sebagai akibat dari bencana karhutla dan asap beracun.

"Kerugian bisnis ini diakibatkan oleh terhentinya proses produksi, terganggunya kegiatan perdagangan dan transportasi, serta menurunnya nilai sumber daya di daerah terdampak," kata dia.

Secara sektoral, asosiasi pelaku bisnis terdampak bencana karhutla ini di antaranya adalah pelaku bisnis tour and travelling yang tergabung di ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Riau di mana banyak para wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke destinasi wisata di Riau.

Kemudian, pelaku bisnis pameran dan event organizing yang tergabung di ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia) juga mengalami banyak kerugian di mana banyak klien dan talent yang membatalkan keikutsertaannya dalam even mereka.

Selanjutnya para pelaku bisnis di bidang Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik yang tergabung dalam ASPERINDO Wilayah Riau telah mengalami kerugian disebabkan banyak pengiriman via udara dialihkan lewat jalur darat sehingga menimbulkan keterlambatan. Pada bencana karhutla 2015 lalu kerugian bisnis yang dialami anggota ASPERINDO Riau mencapai puluhan miliar rupiah.

Selain itu, ada pula pelaku bisnis di bidang jasa hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran) Riau juga menyampaikan kerugian disebabkan menurunnya tingkat hunian dan omset usaha selama bencana karhutla ini berlangsung.

Hal ini terkait banyaknya kunjungan masyarakat dan even meeting atau convention yg dibatalkan akibat ketidakpastian skedul pesawat. Potensi penurunan tingkat hunian diprediksi mencapai 25-40 persen.

Selanjutnya, pelaku bisnis sektor UMKM yang tergabung dalam HIKMARI (Himpunan Industri Kecil Makanan dan Minuman Riau) mengeluhkan penurunan omset berkisar 30-40 persen sebagai akibat bencana Karhutla yang disebabkan terhambatnya mobilitas bahan baku dan produk kepada konsumen.

Terakhir, sektor Industri Perkebunan dan Kehutanan yang tergabung dalam GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Riau dan APHI (Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia) Riau mengeluhkan terjadinya produktivitas budidaya dan proses di mana Karhutla ini telah mengganggu stamina dan kesehatan para karyawan maupun para vendor terkait.

Atas kerugian tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau sebagai wadah seluruh pelaku usaha dan asosiasi bisnis mengajak semua pihak berpartisipasi mendorong pemerintah agar lebih efektif lagi mengatasi bencana Karhutla ini. Paling tidak ada upaya tindakan tegas dari pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini.

"Jika tidak segera diatasi, bencana karhutla 2019 di Riau ini menyerupai bencana yang sama pada 2015 lalu. Selain mengakibatkan kerugian secara ekologis dan kesehatan masyarakat, bencana Karhutla ini pasti telah memberikan dampak kerugian secara ekonomis khususnya bagi pelaku bisnis," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini