Imbal Hasil Surat Utang AS Turun, Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini

Kamis, 14 Oktober 2021 11:29 Reporter : Siti Nur Azzura
Imbal Hasil Surat Utang AS Turun, Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Kamis (14/10). Rupiah dibuka di Rp14.190 per USD, menguat dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.217 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih melanjutkan penguatan usai pembukaan ke Rp14.157 per USD. Meski demikian, Rupiah kemudian melemah tipis ke Rp14.175 per USD. Rupiah pun bergerak stagnan dan saat ini berada di Rp14.174 per USD.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta diprediksi menguat seiring turunnya imbal hasil atau yield surat utang pemerintah Amerika Serikat.

"Rupiah mungkin bisa menguat terhadap dolar AS hari ini dengan melemahnya dolar AS terhadap nilai tukar lainnya dan turunnya yield obligasi pemerintah AS," kata Ariston di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (14/10).

Selain itu, sentimen pasar terhadap risiko yang membaik karena laporan pendapatan perusahaan di AS dan Eropa dirilis lebih bagus dari ekspektasi, juga bisa mendorong penguatan rupiah. "Kenaikan harga komoditi yang menyumbang surplus neraca perdagangan RI juga masih membantu penguatan rupiah," ujar Ariston.

Tapi di sisi lain, data inflasi AS pada September yang dirilis semalam mengkonfirmasi kemungkinan tapering pada November ataupun Desember tahun ini. Data masih menunjukkan tren kenaikan melebihi ekspektasi.

Selain itu, notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS The Fed yang dirilis dini hari tadi juga memberikan indikasi tapering akan dijalankan pada pertengahan November atau Desember. Pasar juga menunjukkan keyakinan lebih bahwa tingkat suku bunga AS akan dinaikkan pada September 2022, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada Desember 2022.

"Oleh karena itu, dengan masih terbukanya kebijakan pengetatan moneter AS dalam waktu dekat, penguatan rupiah bisa jadi tidak akan terlalu dalam hari ini," imbuhnya.

Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 pada Rabu (13/10) kemarin mencapai 1.233 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,23 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 48 kasus sehingga totalnya mencapai 142.811 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.259 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 20.551 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 102,69 juta orang dan vaksin dosis kedua 59,41 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin. Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak ke kisaran Rp14.200 per USD hingga Rp14.230 per USD. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini