Imbal Hasil Obligasi AS Kembali Naik, Rupiah Melemah ke Rp14.483 per USD

Selasa, 30 Maret 2021 11:03 Reporter : Siti Nur Azzura
Imbal Hasil Obligasi AS Kembali Naik, Rupiah Melemah ke Rp14.483 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Selasa (30/3). Rupiah dibuka di Rp 14.455 per USD, melemah dibanding penutupan di perdagangan minggu lalu di Rp 14.445 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih melanjutkan pelemahan usai pembukaan, bahkan hingga menyentuh Rp 14.483 per USD. Meski demikian, Rupiah kemudian menguat dan saat ini berada di Rp 14.468 per USD.

Tim Riset Mega Capital Sekuritas mencatat, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah seiring kembali naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat. "Investor akan memantau update terkait rencana infrastruktur Presiden Joe Biden, yang dapat menelan biaya USD3 triliun," tulis Tim dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (30/3).

Presiden AS Joe Biden berencana menganggarkan 3 triliun dolar AS untuk paket pemulihan ekonomi dengan fokus pembangunan infrastruktur, memerangi perubahan iklim dan menurunkan kesenjangan ekonomi. Biden diharapkan akan mengungkap rencananya ketika melakukan perjalanan ke Pittsburgh pada Rabu (31/3).

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 1,71 persen yang dipicu oleh kekhawatiran tentang kemungkinan pertumbuhan inflasi di tengah pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Namun, rilis data pada Jumat (26/3) menunjukkan inflasi Februari masih terkendali. Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti terkendali di 0,1 persen (mom) dan 1,4 persen (yoy). [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini