Ikuti Leasing dan Bank, Fintech Juga Diminta Beri Keringanan Kredit

Sabtu, 11 April 2020 14:26 Reporter : Merdeka
Ikuti Leasing dan Bank, Fintech Juga Diminta Beri Keringanan Kredit Ilustrasi Pinjaman Online. ©2018 makeuseof.com

Merdeka.com - Dampak virus Corona Covid-19 terhadap perekonomian semakin terasa. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pelaku usaha di sektor formal dan informal yang kesulitan secara biaya, termasuk penyedia jasa event organizer (EO).

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani bercerita, salah satu sektor yang terdampak Corona adalah penyedia jasa EO. Akibat penerapan social distancing banyak acara dibatalkan sehingga membuat bisnis EO terpukul.

Hingga Maret 2020, Satgas Waspada Investasi Temukan 508 Fintech Ilegal
Oleh karena itu, Aviliani pun menyarankan kepada pelaku industri EO untuk dapat mengajukan restrukturisasi kredit ke perusahaan financial technology (fintech).

Mengapa fintech dan bukan bank atau leasing? Aviliani mengatakan bahwa saat ini banyak perusahaan jasa EO yang mencari pendanaan melalui fintech.

"Biasanya perusahaan EO kebanyakan ke fintech. Anda bisa restrukturisasi karena Anda sudah kontrak even tapi enggak jadi. Yang penting ada data-data dan bukti itu penting untuk bisa restrukturisasi," ujar dia dalam siaran online via Instagram, seperti dikutip Sabtu (11/4).

Lebih lanjut, Aviliani menyatakan, saat ini banyak pengusaha kecil dan menengah di sektor riil yang mulai mengajukan restrukturisasi kredit kepada perbankan lantaran pendapatannya bermasalah.

Menindaki permintaan itu, perbankan disebutnya akan mengevaluasi pihak nasabah yang mengajukan restrukturisasi, apakah layak mendapatkan fasilitas tersebut.

1 dari 1 halaman

Syarat Restrukturisasi

Aviliani mengatakan, syarat pertama untuk bisa memperoleh restrukturisasi yakni nasabah memang terbukti tengah kesulitan usahanya akibat dampak dari Corona Covid-19.

Selain itu, nasabah juga harus bernegosiasi dengan pihak perbankan terkait jangka waktu pelaksanaannya. Sebab, pemerintah hanya memberikan relaksasi hingga Maret 2021.

"Jadi negosiasi dengan bank, karena restrukturisasi hanya dari Maret 2020 sampai Maret 2021. Setelah itu harus mikir lagi cashflow-nya. Selama ini kalau sudah restrukturisasi enggak dapat modal kerja lagi, jadi sektor riil harus bisa survive," tuturnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana [did]

Baca juga:
Tiga Tips Qasir, Platform Digital UMKM, agar Usaha Tetap Jalan saat Krisis Covid-19
Xendit Beri Dukungan Finansial bagi UMKM dan Bisnis Terdampak Covid-19
Fintech Modalku Mitigasi Risiko Krediturnya, Dampak Covid-19 di Sektor UMKM
Fintech Lending Jadi Alternatif Akses Pinjaman di Tengah Pandemi Virus Corona
Strategi Fintech Tingkatkan Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19
Cegah Dampak Corona, Amartha Prioritaskan Keberlangsungan Sektor Ekonomi Informal
Perusahaan Fintech Xendit Jembatani Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini