Ikut Program Makmur, Pendapatan Petani Tebu Naik dari Rp25 Juta Jadi Rp46 Juta

Jumat, 1 Juli 2022 19:15 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ikut Program Makmur, Pendapatan Petani Tebu Naik dari Rp25 Juta Jadi Rp46 Juta Petani tebu di Kediri. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Program Makmur yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) tercatat telah meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tebu di Kecamatan Ngadiluwih Kediri Jawa Timur hingga 80 persen.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan, peningkatan produktivitas tebu petani yang mengikuti Program Makmur meningkat hingga 37 persen, sementara pendapatannya meningkat hingga 80 persen.

"Hasil produktivitas tebu naik dari 116,5 ton menjadi 159,7 ton per hektar atau sekitar 37 persen. Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang naik dari Rp25,8 juta menjadi Rp46,5 juta per hektare di lahan Kecamatan Ngadiluwih," kata Gusrizal dikutip di Jakarta, Jumat (1/7).

Gusrizal menyebutkan bahwa pada tahun 2022 Pupuk Indonesia memiliki target Program Makmur pada lahan seluas 250.000 hektare untuk semua komoditas. Hingga Mei 2022, Program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 140.108 hektare dengan jumlah petani yang mengikutinya sebanyak 66.474 orang.

Melalui anak usahanya, yaitu PT Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia turut mendukung peningkatan produktivitas tebu. Komitmen ini diwujudkan dengan memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi di tingkat distributor dan kios.

Selain penyediaan pupuk, Pupuk Indonesia juga turut mengawal budidaya pertanian pada 31 ribu hektare lahan tebu milik PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

2 dari 2 halaman

Tantangan Program Makmur

Selain PTPN dan RNI, Program Makmur di Kediri juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, seperti Pemerintah Kabupaten Kediri, Bank BNI, dan lainnya. Gusrizal menyebutkan bahwa Program Makmur menjadi kolaborasi di antara perusahaan BUMN, sekaligus ekosistem yang saling terintegrasi dan berkelanjutan yang melibatkan pemangku kepentingan pada hulu dan hilir bidang usaha pertanian.

"Pastinya dalam perjalanan Program Makmur ini menghadapi berbagai tantangan, namun syukur Alhamdulillah pada hari ini kita dapat melakukan panen dan sekaligus menanam tebu, hal ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada gula sampai dengan tahun 2024 yang akan datang," kata Gusrizal dalam acara panen dan tanam tebu bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X.

Program Makmur merupakan program yang diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021 yang memiliki makna “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat” (Makmur). Program ini memberikan pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani mulai dari informasi dan pengelolaan budidaya tanaman, digital farming, hingga mekanisme pertanian.

Selain dalam Program Makmur juga disiapkan akses permodalan dari perbankan dan perlindungan risiko pertanian, dan adanya offtaker atau jaminan pembelian hasil panen. [idr]

Baca juga:
Pasar Tani Goes to Mall
Beromzet Belasan Juta Rupiah, Kencur Jadi Andalan Warga Baduy Tingkatkan Ekonomi Adat
Serba Susah Imbas Tak Ada Pangan Murah
Polisi Tetapkan 17 Tersangka Penyerangan Petani di Kampar
OTK Serang Petani dan Lukai Anak-Anak di Kampar, Polisi Amankan 17 Orang
Gelar Pertemuan dengan Sejumlah Lembaga di Sorong, Kementan Soroti Regenerasi Petani

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BUMN
  3. Petani
  4. Viral Hari Ini
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini