IHSG Menguat Usai AS Ancam Naikkan Tarif Produk China

Selasa, 7 Mei 2019 12:55 Reporter : Siti Nur Azzura
IHSG Menguat Usai AS Ancam Naikkan Tarif Produk China IHSG di BEI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diprediksi masih dipengaruhi oleh sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

IHSG dibuka menguat 15,61 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.271,96, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,93 poin atau 0,4 persen menjadi 989,64.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, mengatakan bahwa pelaku pasar global diperkirakan masih mencemaskan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait dengan negosiasi perdagangan dengan China yang mungkin bisa menjadi bumerang bagi AS.

"Sentimen ini kembali akan membawa indeks bursa dunia masih dalam tekanan. Faktor dari pasar global tersebut tentunya dapat menyulitkan bagi IHSG untuk bisa bergerak ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini," ujar Alfiansyah dikutip Antara, Selasa (7/5).

Trump secara dramatis meningkatkan tekanan kepada China untuk segera mencapai kesepakatan dagang dengan mengancam akan menaikkan tarif atas barang asal China senilai 200 miliar dolar AS pekan ini menjadi 325 miliar dolar AS dengan tarif 25 persen jika perjanjian perdagangan tidak tercapai dalam waktu tertentu.

Namun, China merespon dengan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan para negosiator perdagangan utamanya ke Washington pekan ini menyusul ancaman Trump tersebut. "Ancaman Trump mungkin menjadi bumerang karena China kemungkinan tidak akan mau bernegosiasi di bawah tekanan," kata Alfiansyah. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini