IHSG Ditutup Melemah Dipicu Potensi Ekonomi Indonesia Masuk Jurang Resesi

Kamis, 15 Oktober 2020 17:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
IHSG Ditutup Melemah Dipicu Potensi Ekonomi Indonesia Masuk Jurang Resesi Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah atau berada di zona merah pada perdagangan Kamis (15/10) sore. IHSG tercatat turun 1,37 persen di level 5.105,15. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp25 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp9,7 triliun.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah sore ini ditutup menguat 27 point di level Rp14.690 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.717. Pada perdagangan besok pagi, mata uang Rupiah diperkirakan akan dibuka menguat. Walaupun sesi siang kembali melemah, tetapi kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 10-30 poin di level Rp14.660 - Rp14.710 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, kondisi ini dipicu pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga yang sudah pasti kontraksi. Sehingga Indonesia bakal masuk jurang resesi. Namun ada harapan ekonomi akan kembali pulih pasca kebijakan pelonggaran PSBB di DKI Jakarta.

"Itu bisa terlihat dari masyarakat yang kembali aktif bekerja, berbelanja di mal dan restoran kembali ramai," kata Ibrahim kepada wartawan, Jakarta, Kamis (15/10).

Selain itu, Ibrahim mengatakan, tanda-tanda pertumbuhan ekonomi kembali membaik setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor dan impor pada September 2020. Nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 14,01 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 0,51 persen dibandingkan September 2019.

Sementara nilai impor pada September 2020 tercatat USD11,57 miliar atau turun 18,88 persen. Perhitungan ekspor yang masih tinggi ini membuat neraca dagang September terjadi surplus USD 2,44 miliar.

"Angka-angka tersebut melebihi ekspektasi para analis yang memperkirakan ekspor akan terkontraksi atau tumbuh negatif nyaris 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Ibrahim.

Terkait impor, diperkirakan turun sebesar 25,15 persen (yoy). Ini membuat neraca perdagangan surplus USD 2,06 miliar.

Selain itu sebelum vaksin merah putih diserahkan ke Bio Farma, maka pemerintah akan melakukan uji coba vaksin merah putih pada hewan di bulan November. Keberhasilan vaksin tersebut akan membuat Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.

"Dengan vaksin tersebut maka untuk harga vaksin pun relatif terjangkau berbeda dengan vaksin buatan luar negeri. Dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia," kata dia.

Baca Selanjutnya: Sisi Eksternal...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. IHSG
  3. Bursa Saham
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini