IHSG Bisa Sentuh 4.000 Jika Virus Corona Tak Cepat Ditangani

Kamis, 19 Maret 2020 17:24 Reporter : Anggun P. Situmorang
IHSG Bisa Sentuh 4.000 Jika Virus Corona Tak Cepat Ditangani IHSG di BEI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup anjlok 225,25 poin atau 5,20 persen ke posisi 4.105,42 pada perdagangan hari ini, Kamis (19/3). Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG berada di zona merah.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi IHSG bisa sentuh level 4.000 apabila pemerintah lambat mengambil tindakan meredakan kekhawatiran terhadap Virus Corona. Untuk itu, pemerintah bersama OJK dan BEI harus bersama-sama menjaga kondisi pasar.

"IHSG bisa di bawah 4.000. Nah ini seharusnya pemerintah, BEI, OJK, Istana harus berkumpul karena yang namanya bursa itu kan mekanisme pasar. Kalau mekanisme pasar itu tidak boleh tutup kecuali perang," ujar Ibrahim kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (19/3).

Dia mengatakan, kondisi IHSG yang terus menurun juga dipengaruhi oleh rutinitas perusahaan yang listing di bursa untuk membagikan deviden. Sehingga perusahaan berbondong-bondong mengumpulkan dolar Amerika Serikat (USD).

"Ini juga akhir kuartal pertama di mana perusahaan yang listing di bursa akan membagikan deviden. Sehingga kebutuhan dolar cukup tinggi. Sehingga pemerintah harus menyiapkan dolar yang cukup banyak," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Penutupan Perdagangan

Indeks saham LQ45 melemah 6,64 persen ke posisi 612,11. Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.329,61 dan terendah 4.093,71. Sebanyak 378 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 46 saham menguat dan 91 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 241.698 kali dengan volume perdagangan 4,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp4,8 triliun.

Investor asing jual saham Rp604,74 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp15.913.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semuanya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri yang melemah 6,07 persen. Disusul sektor manufaktur anjlok 5,96 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 5,95 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG terperosok diantaranya BBCA yang turun 7 persen ke Rp23.250 per lembar saham, MTDL melemah 7 persen ke Rp930 per lembar saham dan MERK turun 7 persen ke Rp1.395 per lembar saham.

Saham yang menguat antara lain IKAN naik 34,97 persen ke Rp193 per saham, IFII naik 34,21 persen ke Rp153 per saham dan OPMS naik 33,82 persen ke Rp91 per saham. [azz]

Baca juga:
BEI Bekukan Perdagangan Saham, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi
IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Bekukan Perdagangan Saham
Menko Luhut: Kita Belum Terpikir Tutup Pasar Saham
Kenapa Indonesia Belum Ikuti Jejak Filipina Tutup Perdagangan Saham?
Dalam Sebulan, Harta 20 Orang Kaya Dunia Lenyap Rp4.248 Triliun
IHSG Ditutup Melemah, Ini 6 Saham Layak Dipertimbangkan Investor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini