KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

IGJ: Aturan perdagangan WTO hancurkan daya saing produk lokal

Jumat, 10 Mei 2013 20:00 Reporter : Achmad
Ilustrasi sayuran. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Elena Schweitzer

Merdeka.com - Salah satu agenda World Trade Organisation (WTO) dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-9 di Bali, Desember mendatang ialah merumuskan Paket Bali (Bali Package). Poin utamanya yakni pembuatan trade fasilitation (TF) yang bertujuan untuk mempermudah akses pasar ekspor dan impor.

TF ialah fasilitas perdagangan yang dilengkapi dengan standarisasi prosedur kepabeanan dan memiliki komitmen implementasi tinggi dari seluruh anggota WTO serta terikat sanksi. Executive Director Indonesia for Global Justice (IGJ) M Riza Damanik mengatakan TF sebenarnya hanya menguntungkan negara maju karena lebih memfasilitasi impor dari pada ekspor.

"Hal ini akan berdampak pada peningkatan jumlah impor dan menghancurkan daya saing produk lokal," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (10/5).

Menurut data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) impor Indonesia khususnya sektor pangan untuk tahun ini diperkirakan yakni komoditas gandum USD 569,77 juta, pupuk USD 244,82 juta, pakan ternak USD 458,11 juta, bibit USD 136,46 juta.

Kemudian produk susu USD 157,1 juta, buah-buahan dan kacang-kacangan USD 88,81 juta, jenis makanan lain-lain USD 102,99 juta. Gula dan produk olahannya sebesar USD 317,63 juta, tepung terigu USD 60,22 juta, sayuran USD 57,6 juta, kopi, teh dan bumbu USD 19,28 juta dan daging sebesar USD 14.87 juta.

"Impor membunuh produk kita, banyak industri nasional bangkrut karena impor. Kita bayangkan, kalau negara berdaulat itu impor kalau di dalam negeri tidak diproduksi atau tidak ada," tegasnya. [bmo]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
  2. WTO

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.