IdEA sebut internal fraud bisa terjadi di semua bisnis di RI

Kamis, 30 Agustus 2018 12:23 Reporter : Siti Nur Azzura
IdEA sebut internal fraud bisa terjadi di semua bisnis di RI Tokopedia. ©2018 Tokopedia

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menanggapi kasus pemutusan hubungan kerja sejumlah pegawai Tokopedia. Menurutnya, internal fraud merupakan risiko yang tidak dapat dihindari perusahaan.

"Kecurangan oleh oknum internal yang tidak bertanggung jawab lumrah terjadi dari waktu ke waktu, baik di bisnis online maupun offline, bahkan di industri-industri yang regulasinya secara ketat," kata Ignatius melalui keterangan tertulis, Kamis (30/8).

Dia menjelaskan, pada tanggal 24 Agustus lalu, Tokopedia resmi memutuskan hubungan kerja dengan beberapa pegawai yang terlibat internal fraud. Berdasarkan hasil audit internal rutin, para pegawai ini terbukti melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia.

"Untuk kasus Tokopedia, analoginya ada toko offline sedang menggelar program diskon. Dari satu juta produk yang didiskon, 49 buah dibeli oleh orang dalam dengan cara yang tidak benar. Nah, perusahaan tersebut lalu mengambil tindakan tegas," imbuhnya.

Menurutnya, sikap perusahaan terhadap internal fraud memang berbeda-beda. Dia pun mengapresiasi tindakan tegas Tokopedia.

"Tokopedia bisa saja memilih diam supaya tidak menimbulkan pemberitaan. Ini justru membuktikan komitmen mereka untuk melindungi kepentingan konsumen, sekaligus menjaga kepercayaan dari masyarakat," jelasnya.

Internal fraud di startup bukan pertama kalinya menarik perhatian publik. Sebelumnya, masyarakat sempat heboh dengan pemberitaan mengenai Grab yang melaporkan karyawan yang melakukan internal fraud hingga 1 Milyar, penangkapan order fiktif driver GO-JEK, atau kasus pesanan IPhone di Lazada yang ditukar dengan sabun.

"Lewat teknologi, justru masalah-masalah tersebut bisa lebih mudah terungkap dan dikelola dengan baik. Yang juga penting, harusnya kejadian ini memberikan efek jera bagi oknum tidak bertanggung jawab, bukan malah perusahaan yang terkait. Jangan sampai ketika nanti ada kejadian serupa, pelaku startup jadi malah enggan melaporkan," tegas Ignatius.

Diketahui, melalui akun instagramnya, CEO Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan pentingnya integritas bagi Tokopedia. Meski jumlahnya lebih kecil dibanding puluhan juta produk yang terjual setiap bulannya.

"Bagi kami ini bukan persoalan seberapa kecil pelanggaran nya. Untuk pelanggaran sekecil apapun, ini adalah masalah kegagalan integritas dalam menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia," ungkap William. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini