Ibu Kota Negara Bakal Pindah Dinilai Tak Berdampak pada Harga Properti Jakarta

Rabu, 27 Juli 2022 13:08 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ibu Kota Negara Bakal Pindah Dinilai Tak Berdampak pada Harga Properti Jakarta Indonesia dipastikan mengalami resesi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Proyek pembangunan ibu kota baru pun terus dikebut pemerintah agar bisa diresmikan dalam waktu dekat.

Meski begitu, harga-harga properti di Jakarta dinilai masih tetap sama. Bahkan, belum ada tanda-tanda penurunan harga properti.

"Mengenai pemindahan IKN ini saya melihat belum ada pengaruhnya (ke harga properti)," Kepala Peneliti PT Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesiana, Yunus Karim dalam Media Brief Online, Jakarta, Rabu (27/7).

Yunus menjelaskan Jakarta masih menjadi lokasi yang dicari banyak orang. Bukan hanya perkantoran melainkan juga hotel dan tempat-tempat investasi lainnya.

"Jakarta masih jadi sentral buat Indonesia, hotel dan perkantoran masih dicari di Jakarta," kata dia.

Begitu juga dengan hunian. Yunus menyebut, permintaan rumah di kawasan Jabodetabek masih tinggi. Sehingga dia memastikan, dari sisi properti, Jabodetabek masih tidak kekurangan minat atau penurunan harga.

"Orang masih cari rumah di Jabodetabek, jadi pengaruhnya IKN pindah belum ada sampai sekarang," kata Yunus.

2 dari 2 halaman

Ibu Kota Pindah ke Nusantara

pindah ke nusantara

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H Sumadilaga menyebut bahwa Ibu Kota Negara (IKN) adalah kota masa depan atau kota bagi generasi muda masa kini.

"Sehingga diharapkan generasi muda secara inklusif dapat berkontribusi dan berpartisipasi untuk mengakomodasi inovasi pada tiga area yang diprioritaskan pertumbuhannya, dari sektor kesehatan, energi, dan ekonomi," kata Danis dikutip dari Antara, Selasa (26/4).

Danis memaparkan, Presiden Joko Widodo memutuskan lokasi IKN Indonesia akan pindah Kalimantan Timur pada 18 Agustus 2019. Menurutnya, terdapat beberapa aspek yang mendorong pengambilan keputusan tersebut, di antaranya yakni pemerataan populasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa, serta terjadinya krisis sumber air bersih di Jawa.

Selain itu, kata dia, meningkatnya konversi lahan yang tinggi di Jawa, terjadinya urbanisasi yang terkonsentrasi di kota metropolitan Jakarta, dan penurunan daya dukung dan tingginya tingkat kerugian ekonomi di Jakarta.

Dengan memindahkan IKN, lanjut Danis, Pemerintah Indonesia berusaha mengembangkan ekosistem tiga kota. Dalam hal ini, IKN diarahkan sebagai katalisator bagi Kalimantan Timur dengan mendorong pembangunan ekonomi masa depan melalui kerja sama segitiga kota yakni Samarinda, Balikpapan, dan IKN.

[bim]

Baca juga:
BKN Bentuk Integrasi Satu Data PNS di Ibu Kota baru
Berharap Pemerataan Ekonomi Indonesia Melalui Ibu Kota Baru
Gelar Rakernas 2022, Kementerian ATR Bahas Dukungan Tata Ruang di Ibu Kota Baru
Kemenkeu: GBK dan Aset Negara Tidak Dijual Saat Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
Menko Airlangga Undang Jepang Bangun Kota Pintar di Ibu Kota Nusantara
INFOGRAFIS: Berburu Waktu Bangun Ibu Kota Baru
Bangun Kawasan Inti Ibu Kota Baru, Badan Otorita Gelar Market Sounding Bulan Depan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini