Ibu Kota Baru di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi dan Kepungan Asap

Jumat, 27 September 2019 08:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ibu Kota Baru di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi dan Kepungan Asap Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Pelemahan ekonomi global telah membuat sejumlah negara besar jatuh ke lubang resesi. Ancaman ini juga berpotensi besar menyerang Indonesia. Untuk itu, Indonesia harus mewaspadai bahaya resesi tersebut.

"Jadi kalau ada orang yang bilang Indonesia jauh dari ancaman resesi, jauh apanya? Coba cek. Suka tidak suka kita harus waspada (resesi)," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir di Jakarta, Senin (23/9).

Simorangkir menjelaskan, beberapa negara maju telah lebih dulu terjerembab ke resesi. Itu seperti Turki, Argentina hingga Jerman yang saat ini juga memasuki risiko resesi.

"Jadi kita tidak boleh main-main. Makanya semua negara sudah antisipasi ini dengan pelonggaran kebijakan lewat bank sentralnya," ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah akan terus menjaga sekaligus merespons ekonomi global guna mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. "Singapura saja growth mereka ini sudah negatif di kuartal I. Jadi kita harus merespon dengan kebijakan yang tepat," tegasnya.

Kondisi ini bersamaan dengan rencana pemerintah memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Lalu bagaimana nasib rencana tersebut?

Baca Selanjutnya: Pemerintah Tetap Pindahkan Ibu Kota...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini