Hubungan Memanas, China dan Amerika Serikat Berselisih di Pertemuan WTO

Sabtu, 28 Januari 2023 10:05 Reporter : Idris Rusadi Putra
Hubungan Memanas, China dan Amerika Serikat Berselisih di Pertemuan WTO China. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - China dan Amerika Serikat (AS) saling bertukar kritik tajam pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat (27/1). China menyebut Amerika Serikat sebagai ‘pengganggu sepihak’, dan AS menuduh China melakukan tindakan pembalasan ilegal.

Duta Besar China untuk WTO, Li Chenggang berbicara pada pertemuan tentang sengketa perdagangan tak lama setelah Amerika Serikat mengajukan banding terhadap serangkaian putusan WTO yang melibatkan China, Turki, Norwegia, dan Swiss yang menemukan bahwa tarif logam AS melanggar aturan global.

"Perilaku AS yang meresahkan ini dengan jelas menggambarkan citra AS sebagai pengganggu sepihak, pelanggar aturan, dan pengganggu rantai pasokan," katanya, menurut salinan pidatonya yang diperoleh Reuters.

WTO telah membuat keputusan penting terhadap Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk keputusan logam yang melibatkan China dan perselisihan terpisah dengan Hong Kong mengenai pelabelan yang juga diajukan banding oleh Washington.

Amerika Serikat yang telah lama mengkritik sistem sengketa WTO karena dianggap melampaui batas dan memimpin diskusi untuk mereformasinya telah mengkritik kedua keputusan tersebut.

2 dari 2 halaman

Amerika Serikat Tuding China Lakukan Pembalasan Sepihak

Amerika Serikat menyesalkan perselisihan tarif logam dengan China bahkan menjadi agenda pada pertemuan tersebut dan menuduh China memberlakukan ‘tindakan pembalasan sepihak yang ilegal’ pada ekspor AS.

"WTO yang berfungsi untuk melindungi kebijakan dan praktik non-pasar China bukanlah kepentingan siapa pun," kata Wakil Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Maria Pagan, menurut salinan pidatonya.

WTO tidak akan dapat meninjau banding Washington atas kasus logam karena bangku banding teratasnya lumpuh setelah Amerika Serikat memblokir hakim baru.

"China akan berharap bahwa AS akan menunjukkan pengendalian diri untuk tidak mengajukan banding atas setiap laporan panel yang tidak menguntungkan ke dalam kekosongan, yang telah dibuat oleh AS sendiri," kata Li. [idr]

Baca juga:
Malaysia-Indonesia Kompak Lawan Uni Eropa, Ancam Setop Ekspor Minyak Sawit
Di Balik Ngototnya Pemerintah Larang Ekspor Tambang Mentah Meski Digugat ke WTO
Larang Ekspor Bauksit Mulai Juni 2023, Pemerintah Siap Jika Digugat ke WTO
Dukung Jokowi Jaga Kedaulatan Energi, Anggota DPR Ajak Negara ASEAN Bersatu
DPR Dukung Langkah Strategis Jokowi Hadapi Gugatan di WTO: Kita Enggak Boleh Tunduk
RI Kalah Gugatan di WTO, Cak Imin: Perlu Buat Aliansi Antar-Negara Berbasis Komoditi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini