Hubungan AS-China memanas, Rupiah Diprediksi Melemah

Kamis, 23 Juli 2020 10:57 Reporter : Siti Nur Azzura
Hubungan AS-China memanas, Rupiah Diprediksi Melemah Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Kamis (23/7). Rupiah dibuka di Rp 14.595 per USD, menguat tipis dibanding penutupan sebelumnya di Rp 14.650 per USD.

Mengutip laman Bloomberg, Rupiah terus bergerak menguat usai pembukaan ke posisi Rp 14.540 per USD. Namun, kemudian bergerak melemah ke posisi 14.623. Saat ini, Rupiah menguat tipis dan berada di posisi Rp 14.600 per USD.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank berpotensi melemah seiring kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan China.

"Meningkatnya ketegangan hubungan AS dan China semalam dengan perintah penutupan konsulat China di Houston, AS, karena indikasi kegiatan mata-mata berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar emerging market terhadap dolar AS," kata Ariston di Jakarta, dikutip Antara.

Menurutnya, keputusan terbaru pemerintah AS tersebut berpotensi mendapatkan balasan dari China dan memperburuk hubungan yang dikhawatirkan merembet ke isu perdagangan. "Hubungan perdagangan yang kurang baik antara dua ekonomi terbesar dunia bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global," ujarnya.

Selain itu pasar juga masih khawatir penularan virus yang masih terus meninggi meskipun usaha-usaha penemuan vaksin sudah mengalami kemajuan. Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp14.600 per USD hingga Rp14.800 per USD. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini