HIPMI: jelang AEC 2015, pemerintah harus lebih agresif

Jumat, 7 Juni 2013 16:15 Reporter : Saugy Riyandi
HIPMI: jelang AEC 2015, pemerintah harus lebih agresif Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari (tengah). ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta pemerintah harus lebih agresif dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 mendatang. Pasalnya, Indonesia harus sigap melihat peluang dalam menghadapi momen liberalisasi ekonomi Asia Tenggara tersebut.

Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari mengatakan peluang tersebut adalah pemberlakuan AEC 2015 mendatang akan mendorong penciptaan pasar-pasar baru bagi berbagai produk Indonesia.

"Apabila Indonesia tidak siap, maka bisa dipastikan Indonesia hanya akan menjadi pasar berbagai produk impor," ujar dia dalam konferensi pers di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Jumat (7/6).

Okto menegaskan Indonesia merupakan pasar yang cukup menjanjikan untuk investasi. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas enam persen.

Namun, selain peka menangkap peluang, Indonesia juga mempunyai tantangan dalam menghadapi AEC 2015 mendatang. Yaitu Indonesia harus memperkuat sektor usaha agar tidak tergerus karena adanya penetrasi pasar luar.

"Untuk itu, dalam menghadapi peluang dan tantangan tersebut, HIPMI meminta pemerintah untuk mendorong lahirnya Peraturan Presiden (PP) tentang peningkatan, perlindungan dan pemberdayaan pengusaha pemula," tegas putra pengusaha Oesman Sapta Odang itu.

Okto meyakini payung hukum tersebut akan sangat penting bagi dunia usaha dan perekonomian nasional dalam mendukung program penciptaan 1 juta lapangan kerja baru yang telah dicanangkan dengan memperbanyak pengusaha baru dan menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kemandirian bangsa dalam komunitas global maupun regional," kata Okto. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. ASEAN
  2. Kemendag
  3. HIPMI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini