Hingga September 2018, BI sudah naikkan suku bunga acuan 150 bps

Kamis, 27 September 2018 14:57 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Hingga September 2018, BI sudah naikkan suku bunga acuan 150 bps RDG Bank Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 26-27 September 2018 memutuskan untuk kembali menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Kenaikan ini merupakan yang kelima kali sepanjang 2018. BI sudah menaikkan suku bunga acuan pada Mei hingga September dengan total kenaikan 150 bps.

"Keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (27/9).

Dia menjelaskan, keseriusan dan langkah-langkah konkret pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor diyakini akan berdampak positif dalam menurunkan defisit transaksi berjalan khususnya pada 2019. "Sehingga diperkirakan akan menjadi sekitar 2,5 persen (defisit transaksi berjalan) terhadap PDB," ujarnya.

Perry menegaskan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal. "Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan perekonomian seperti defisit transaksi berjalan, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan untuk menempuh langkah lanjutan guna memastikan tetap terjaganya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," jelasnya.

Perry menjelaskan, kenaikan tersebut juga diharapkan akan meningkatkan iklim investasi dan aliran dana masuk atau capital inflow. "Dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah maupun kondisi stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan secara keseluruhan," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa stance kebijakan BI masih hawkish atau ketat serta bersifat preemptive dan front loading. "Akan sangat tergantung pada perkembangan dan dinamika ekonomi baik global maupun domestik dan juga bagaimana nanti perilaku investor pasar global. Ini yang juga mendasari kenapa pada hari ini kita memutuskan 25 basis poin naik suku bunga acuan," tutupnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini