Hingga Oktober, Komitmen Investasi KEK Capai Rp85,3 Triliun

Kamis, 10 Oktober 2019 12:49 Reporter : Dwi Aditya Putra
Hingga Oktober, Komitmen Investasi KEK Capai Rp85,3 Triliun Mandalika. ©Kementerian PUPR

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mencatat hingga Oktober 2019 komitmen investasi di seluruh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di pelosok Tanah Air telah mencapai Rp85,3 triliun. Dari jumlah tersebut KEK telah berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 8.686 orang.

"Investasi yang sudah komit posisi sekarang ini adalah Rp85.3 triliun," kata Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Kamis (10/10).

Dia mengakui, meski komitmen investasi sudah mencapai Rp85,3 triliun namun angka itu masih jauh dari harapan. Meningkat fungsi dari KEK sendiri adalah mendorong masuknya investasi baik dari industri hingga pada kawasan pariwisata.

"Dibandingkan dengan harapan kita dan jumlah KEK-nya itu memang masih di bawah harapan kita karena pertama, KEK kita itu pada dasarnya tempat atau lokasi atau area untuk olah atau memanfaatkan sumber daya alam atau industri," jelas dia.

Sementara itu, berdasarkan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di 2019 target pemerintah yakni menetapkan KEK mencapai sebanyak 17 kawasan. Hingga sejauh ini, tercatat baru ada 13 KEK yang sudah ditetapkan dan sisanya masih sedang dalam proses.

"Belakangan ini cepat sekali perkembangannya KEK kita yang sudah ditetapkan ada 13 dan 4 sedang proses PP-nya keluar. Dan 17 itu sudah pasti akan tercapai dan mudah-mudahan akan bertambah," ujarnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2012 baru ada dua KEK yang ditetapkan yaitu KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara dan KEK Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten. Jumlah KEK meningkat pesat menjadi 8 pada tahun 2014, dan hingga Oktober 2019 telah berkembang menjadi 13 KEK.

Hingga saat ini jumlah KEK yang telah beroperasi sejumlah 10 Kawasan, yaitu KEK Sei Mangkei (Sumatera Utara), KEK Tanjung Lesung (Banten), KEK Palu (Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Sulawesi Utara), dan KEK Morotai (Maluku Utara).

Selain itu, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kalimantan Timur), KEK Mandalika (Nusa Tenggara Barat), KEK Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), KEK Arun Lhokseumawe (Aceh), serta KEK Galang Batang (Kepulauan Riau). Selanjutnya, KEK Sorong (Papua Barat) akan menjadi KEK kesebelas yang rencananya akan diresmikan operasionalnya pada 11 Oktober 2019.

Dua KEK lainnya, yakni KEK Singhasari baru saja ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019, serta KEK Tanjung Api-api di Sumatera Selatan yang telah lebih dahulu ditetapkan statusnya sebagai KEK, kini sedang bersiap masuk tahap operasional.

Selain 13 KEK yang telah ditetapkan, empat KEK dalam proses untuk ditetapkan yaitu KEK Kendal (Jawa Tengah), KEK Likupang (Sulawesi Utara), KEK Nongsa (Batam), dan KEK MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) di Batam.

Darmin melanjutkan KEK sendiri menjadi penggerak perekonomian daerah. Dia mencontohkan, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau akan menjadi pusat hilirisasi bauksit terintegrasi dengan komitmen investasi Rp36,250 triliun hingga tahun 2023.

Dengan hadirnya KEK Galang Batang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau meningkat 25,80 persen dalam kurun waktu 2015 hingga 2017. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat 15,58 persen dalam kurun waktu 2015 hingga 2018 dan akan terus meningkat seiring perkembangan investasi yang masuk ke KEK Galang Batang.

Di KEK Mandalika (Lombok, NTB) sedang dibangun hotel-hotel kelas dunia seperti Pullman, Royal Tulipe, dan Paramount; serta sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pergelaran MotoGP pada 2021.

Komitmen investasi di kawasan wisata ini mencapai Rp17,5 triliun. Data perkembangan kunjungan wisatawan Kabupaten Lombok Tengah 2015-2018 menunjukkan kunjungan wisatawan manca negara meningkat 361 persen dan wisatawan nusantara naik 170 persen. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini