Hingga Oktober 2020, Ekspor Nonmigas ke Arab Saudi Turun 13,5 Persen

Rabu, 13 Januari 2021 19:27 Reporter : Anisyah Al Faqir
Hingga Oktober 2020, Ekspor Nonmigas ke Arab Saudi Turun 13,5 Persen Muhammad Lutfi ditunjuk jadi Menteri Perdagangan. ©Youtube Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, ekspor perdagangan Indonesia non migas ke Arab Saudi pada periode Januari-Oktober 2020 mencapai USD 1,08 miliar. Angka ini menurun 13,5 persen dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama.

"Perdagangan kita sementara Januari-Oktober mencapai USD 1,08 miliar. Terkoreksi 13,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019," kata Lutfi dalam Penandatanganan Naskah Nota Kesepahaman tentang Optimalisasi Peran Usaha Kecil dan Menengah Dalam Memenuhi Kebutuhan Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (13/1).

Lutfi menuturkan penurunan permintaan produk Indonesia ke Arab Saudi dimulai sejak bulan Februari-Maret 2020. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah setempat yang menutup akses kunjungan jemaah haji dan umroh dari berbagai negara.

"Mungkin sejak bulan Februari atau Maret ini, Arab Saudi sudah lockdown baik itu untuk kunjungan bisnis, wisata atau umrah," imbuhnya.

Namun, total perdagangan Indonesia ke Timur Tengah secara keseluruhan (migas dan non migas) sebesar USD 8,4 miliar. Ada pun 10 jenis barang yang diekspor ke Arab Saudi antara lain produk otomotif, minyak sayur, ikan olahan, bumbu dan kertas. Perhiasan juga menjadi produk yang mendominasi ekspor Indonesia.

Lewat Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Peran Usaha Kecil dan Menengah dalam Memenuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah ini diharapkan ekspor produk Indonesia akan meningkat. Lutfi ingin ekspor produk tersebut juga tidak hanya diperuntukkan bagi orang Indonesia yang sedang menjalani ibadah haji dan umroh. Melainkan jadi barang konsumsi bagi masyarakat setempat.

"Diharapkan barang-barang ini bisa masuk ke saudi bukan untuk penetrasi pasar umroh dan haji kita, tapi bisa disenangi masyarakat di Saudi," jelasnya.

Saat ini penjualan makanan dan minuman bagi peserta ibadah umrah mencapai USD 66 juta dolar. Angka ini bisa meningkat jika bila produk UKM Indonesia juga bisa menjadi komoditas yang diperlukan masyarakat setempat.

"Hari ini penjualan makanan dan minuman yang akan dinikmati peserta umroh sebesar USD 66 juta dan ini bisa jadi pasar utama," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini